KPU Hapus Sesi Pertanyaan Lewat Video Singkat di Debat Pilpres 2019

Bangun Santoso | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 27 Februari 2019 | 09:05 WIB
KPU Hapus Sesi Pertanyaan Lewat Video Singkat di Debat Pilpres 2019
Ketua KPU Ketua KPU, Arief Budiman. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum atau KPU memastikan tidak lagi menggunakan metode pertanyaan lewat tayangan video singkat di debat capres ketiga. Sesi pertanyaan lewat tayangan video itu dihapus berdasarkan usulan dari kedua tim kampanye paslon.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, dalam rapat persiapan debat capres ketiga, perwakilan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan untuk tidak lagi menggunakan metode pertanyaan lewat video singkat. Sebab, kata Arief, mereka mengaku kesulitan untuk menangkap isi dari tayangan video tersebut.

"Nah, kemungkinan kita akan ubah terkait dengan metode penyampaian pertanyaan melalui gambar film. Artinya, pertanyaan akan disampaikan oral," kata Arief di Kantor KPU, Jakarta Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Terkait hal itu, Arief mengungkapkan pihaknya sempat mengusulkan untuk menambah durasi pemutaran video menjadi 60 detik dari durasi sebelumnya 30 detik. Hal itu agar bisa lebih mudah dipahami oleh peserta debat. Meski begitu, kedua perwakilan tim kampanye paslon tetap keberatan.

Sebagai gantinya, Arief mengusulkan adanya sesi pertanyaan langsung dari audiens di debat capres ketiga mendatang. Namun, perwakilan kedua tim kampanye paslon menilai metode tersebut terlalu mepet jika diterapkan di debat ketiga.

"Mereka merespon positif, tapi menurut mereka persiapannya terlalu mepet. Jadi, mereka mengusulkan kalau toh metode itu mau diterapkan, itu bisa diterapkan di debat berikutnya, bukan di debat ketiga," ungkapnya.

Untuk diketahui, debat pilpres ketiga dijadwalkan akan berlangsung pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Debat ketiga akan menjadi ajang adu gagasan antara dua kandidat Cawapres 01 Ma'ruf Amin dan Cawapres 02 Sandiaga Uno dengan tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Budaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Pilpres Terakhir Bakal Digelar 13 April, Ini Tema yang Akan Dibahas

Debat Pilpres Terakhir Bakal Digelar 13 April, Ini Tema yang Akan Dibahas

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 07:18 WIB

KPU Sebut e-KTP WNA yang Viral Atas Nama Bahar Warga Cianjur

KPU Sebut e-KTP WNA yang Viral Atas Nama Bahar Warga Cianjur

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 19:48 WIB

Prediksi Kecurangan di Pemilu 2019 dan Pilpres 2019

Prediksi Kecurangan di Pemilu 2019 dan Pilpres 2019

News | Senin, 25 Februari 2019 | 18:52 WIB

LSI: KPU Kurang Maksimal Sosialisasikan Waktu Pencoblosan Pemilu

LSI: KPU Kurang Maksimal Sosialisasikan Waktu Pencoblosan Pemilu

News | Sabtu, 23 Februari 2019 | 15:46 WIB

Partai Berkarya: Elektabilitas Prabowo-Sandi Melonjak Usai Debat Capres

Partai Berkarya: Elektabilitas Prabowo-Sandi Melonjak Usai Debat Capres

News | Sabtu, 23 Februari 2019 | 15:38 WIB

Terkini

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:54 WIB

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:39 WIB

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:38 WIB

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:33 WIB

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:27 WIB

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:24 WIB

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:18 WIB

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15 WIB