Menghayati Makna Ogoh-ogoh dalam Tradisi Agama Hindu

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 08 Maret 2019 | 06:05 WIB
Menghayati Makna Ogoh-ogoh dalam Tradisi Agama Hindu
Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)

Suara.com - Pria-pria berpakaian surjan dengan motif lurik tampak berdiri mengelilingi tandu berisi gunungan buah. Di bagian depan gunungan itu terdapat patung ular berkepala tiga.

Tandu yang lain dikelilingi pria-pria berbeskap merah. Di antara mereka berdiri patung Batara kala yang berbadan merah. Taringnya menyeringai dan matanya membelalak begitu lebar. Kedua tangannya terbuka dan memegang senjata tajam seakan siap dihunuskan kepada manusia. Ogoh-ogoh itu diangkat bersama-sama, kemudian di arak bersamaan dengan umbul-umbul dan air suci dalam ritual mendak tirta pada Tawur Agung Kesanga tahun 1941 Saka di Candi Prambanan.

Panitia Suci Nyepi 1941 Saka di Prambanan Ngakan Ngurah Mahendrajaya mengatakan, ogoh-ogoh merupakan simbol butha (raksasa). Bentuknya bisa bermacam-macam sesuai dengan raksasa yang ingin direfleksikan dalam patung tersebut.

“Intinya kan sama. Itu (menggambarkan) hal-hal negatif yang ada pada diri manusia. Dan itu kan harus dihilangkan. Bukan dihilangkan, dikurangi saja,” kata Ngurah di Prambanan, Sleman, Rabu (6/3/2019).

Penamaan ogoh-ogoh berasal dari sebuah dalam Bahasa Bali, yakni ogah-ogah yang artinya sesuatu yang digoyang-goyangkan. Benda tersebut menyimbolkan energi negatif sang butha kala. Wujud menyeramkan sang butha nantinya dilebur dengan air dan api. Oleh karena itu, ogoh-ogoh biasanya akan dibakar usai diarak.

Menurut Ngurah, festival ogoh-ogoh pertama diadakan pada 1984. Ketika itu, ada banyak anak muda terlibat dalam geng motor. Pemerintah setempat membuat festival ogoh-ogoh untuk menghindarkan para pemuda dari tawuran.

Versi lain mengatakan, tradisi ogoh-ogoh tercetus berkaitan dengan ditetapkannya Hari Suci Nyepi sebagai hari besar nasional oleh Presiden RI pada 1983. Acara itu ditandai dengan dibuatnya benda mirip patung yang di kemudian hari dikenal dengan nama ogoh-ogoh.

Pembuatan ogoh-ogoh diprakarsai oleh I Made Jayadi. Ogoh-ogoh pertama dibuat dari daun muda pohon enau ditambah dengan topeng seadanya.

Versi lain lagi menyebutkan, ogoh-ogoh sudah dikenal sejak zaman Dalem Balingkang. Ketika itu, ogoh-ogoh dipakai dalam upacara Pitra Yadnya atau upacara untuk menghormati leluhur.

Selain ogoh-ogoh, hal lain yang khas dalam perayaan Nyepi adalah Tari Rejang Dewa. Tarian ini sengaja dibawakan sebagai bagian dari ritual umat Hindu. Tarian ini dipercaya sebagai tarian suci untuk menyambut kehadiran para dewa.

“Ini kan untuk ritual. Tidak boleh yang lain. Khusus untuk ritual. Jadi persembahan untuk ritual,” kata Ketua Umum Panitia Nyepi 1941 Saka, I Made Astra Tenaya.

Kontributor : Sri Handayani

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Ogoh-Ogoh, Tawur Agung Kasanga di Semarang Tetap Khusyuk

Tanpa Ogoh-Ogoh, Tawur Agung Kasanga di Semarang Tetap Khusyuk

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 00:31 WIB

Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh Berbentuk Driver Ojol Hebohkan Warganet

Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh Berbentuk Driver Ojol Hebohkan Warganet

Otomotif | Rabu, 06 Maret 2019 | 16:08 WIB

Kelaparan, Buruh Serabutan Jambret Emak-emak untuk Beli Mi Ayam

Kelaparan, Buruh Serabutan Jambret Emak-emak untuk Beli Mi Ayam

News | Jum'at, 06 Juli 2018 | 20:14 WIB

Ancol Gelar Festival Ogoh-ogoh di Tepi Pantai

Ancol Gelar Festival Ogoh-ogoh di Tepi Pantai

Lifestyle | Minggu, 18 Maret 2018 | 19:14 WIB

5 Ribu Polisi Jaga Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar

5 Ribu Polisi Jaga Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar

News | Jum'at, 16 Maret 2018 | 16:51 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB