Ibu Korban Penculikan 98: Jangan Sampai Pelanggar HAM Jadi Presiden

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 13 Maret 2019 | 20:41 WIB
Ibu Korban Penculikan 98: Jangan Sampai Pelanggar HAM Jadi Presiden
Budiarti (kerudung abu-abu). (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Suara.com - Budiarti, ibunda dari Leonardus Nugroho Iskandar atau Gilang, korban penculikan 1998 tak habis pikir dengan pelaku penculikan tega membunuh anaknya. Kini setelah 21 tahun berlalu, memori pedih terdebut ia putar kembali dalam cerita singkatnya.

"Gilang adalah salah satu korban penculikan 98 yang diperlakukan penculik sungguh tidak manusiawi," ucap Budiarti memulai ceritanya di Hotel Grand Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Budiarti mengaku tak rela anaknya diperlakukan tak pantas apalagi samapi harus menghilangkan nyawanya. Padahal, kata Budiarti, Gilang merupakan pribadi yang baik dan tidak pernah berkaitan dengan kejahatan.

"Padahal Gilang hanya seorang pengamen, tapi tidak pernah berbuat kriminalitas. Sampe sekarang 21 tahun saya tidak tahu pasti kesalahan apa yang anak saya lakukan dan keadlian pun belum jelas saat ini," tutur Budiarti.

Ia tak bisa membendung kesedihannya saat mengetahui dan mendapati anaknya dibunuh dengan sadis setelah diculik dalam peristiwa Mei 98 silam.

"Gilang diculik dibunuh dan jasadnya dibuang di tengah hutan dengan luka tembak. Saat itu Gilang ditemukan dalam kondisi telentang dengan tangan di bawah pohon, ulu hati di dalem kaya dikeluarin. Saya waktu begitu mendengar kabar anak saya seperti itu saya itu syok," ujar Budiarti menahan tangis.

Foto korban penculikan aktivis. (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Foto korban penculikan aktivis. (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Budiarti pun tak kuasa untuk melanjutkan cerita mengenai peristiwa yang merenggut anaknya itu. Perempuan berkerudung abu-abu itu kemudian meluapkan kekesalannya terhadap Calon Presiden Prabowo Subianto yang dianggap dan diduga sebagai dalang dan pelaku pelanggaran HAM dari peristiwa '98.

"Saya berharap jangan sampe dalam pemilihan presiden yang memimpin (pelaku) pelangaran HAM karena sebelum jadi presiden saja sudah semena-mena pada rakyat kecil seperti kepada anak saya. Dan saya berdoa jangan sampe Pak Prabowo itu jadi pemimpin di negara ini," ujar Budiarti.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-emak Teriak Histeris: Pak Buka pak, Buka Pak Prabowo

Emak-emak Teriak Histeris: Pak Buka pak, Buka Pak Prabowo

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 18:16 WIB

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

Keluarga Korban Penculikan 98: Pilih Jokowi, Jangan Pilih Monster Itu!

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:30 WIB

#KalahkanCapresPelanggarHAM, Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi 2 Periode

#KalahkanCapresPelanggarHAM, Korban Penculikan 98 Dukung Jokowi 2 Periode

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:10 WIB

Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi

Komnas HAM Sebut Aksi Penembakan di Papua Brutal dan Tidak Manusiawi

News | Rabu, 05 Desember 2018 | 12:46 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×