BPN Heran Maruf Cuek Dengar Ceramah Ulama Sebut NU Bakal Punah

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 20 Maret 2019 | 16:14 WIB
BPN Heran Maruf Cuek Dengar Ceramah Ulama Sebut NU Bakal Punah
cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di debat ketiga Pilpres 2019. (Suara.com/Arief Hermawan)

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) sangat menyayangkan tindakan Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin yang dianggap membiarkan ceramah seorang ulama yang menyebut jika capres petahana Joko Widodo kalah di Pilpres 2019, maka Nadlatul Ulama (NU) hanya akan menjadi fosil.

Wakil Ketua BPN Prabowo - Sandiaga, Yandri Susanto mempertanyakan sikap Ma'ruf yang berada di dalam video yang viral itu. Seharusnya, kata dia, Ma'ruf bisa menyetop ceramah dari ulama tersebut.

"Saya enggak tahu apa alasan Kiai Maruf Amin tidak menyetop pidato itu, apakah setuju, tidak setuju, saya enggak tahu," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Rabu (20/3/2019).

Selain itu, berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, ulama itu juga mengatakan kalau Ma'ruf Amin kalah di Pilpres 2019 dikhawatirkan tidak akan ada lagi zikir di Istana. Menurutnya hal itu merupakan sebuah fitnah yang kejam.
Pasalnya, dia menganggap jika Prabowo - Sandiaga terpilih, kegiatan keagaman seperti zikir di Istana Negara terus diadakan.

"Berarti yang dituduh Prabowo - Sandi. Kalau Prabowo - Sandi menang kira-kira terjemahannya, tahlilan hilang, zikir hilang, NU tinggal menjadi fosil, menurut saya ini fitnah yang kejam," ujarnya.

Lantaran merasa dirugikan, Yandri meminta agar aparat kepolisian mengusut soal video ceramah ulama yang viral itu. Sebab, dia mengkalim banyak pendukung Prabowo - Sandiaga yang berasal dari NU. Termasuk salah satu cucu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, yakni Irfan Yusuf Hasyim. Irfan kini bertugas menjadi Juru Bicara BPN Prabowo - Sandiaga.

"Kalau sampai dibiarkan berarti aparat negara kita, Bawaslu kita membiarkan orang menyebarkan hoax dan memfitnah kelompok lain," pungkasnya.

Diketahui, sebuah video mendadak viral di media sosial lantaran diduga bernuansa kampanye hitam. Dalam video itu terlihat sejumlah orang, satu di antaranya mirip dengan Cawapres Ma'ruf Amin.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @_kritikpolitik_ itu, tampak seorang ulama yang tengah memberikan ceramahnya di hadapan Ma'ruf Amin serta pendukung. Diduga, isi dalam ceramah tersebut merupakan bentuk kampanye hitam.

Dalam ceramahnya, sang ulama yang belum diketahui identitasnya itu menyebut jika Ma'ruf Amin yang merupakan wakil dari Capres Petahana Joko Widodo kalah maka, Nahdlatul Ulama (NU) serta pesantren hanya tinggal fosil alias punah.

"Sesuatu yang bid'ah, yang musyrik, yang kafir dan sebagainya, dan mereka ini akan membuat sebuah kekuatan. Dan apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini hanya akan menjadi fosil di masa depan," kata pria dalam video tersebut, seperti dikutip Suara.com, Rabu (20/3/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Litbang Kompas Prabowo Pepet Jokowi, BPN Yakin Menang Pilpres 2019

Survei Litbang Kompas Prabowo Pepet Jokowi, BPN Yakin Menang Pilpres 2019

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 15:36 WIB

Rasa Pemilu di Kampung Naga, Antara Politik dan Aturan Leluhur

Rasa Pemilu di Kampung Naga, Antara Politik dan Aturan Leluhur

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 12:26 WIB

Viral, Video Ceramah Ulama di Depan Ma'ruf Amin Diduga Kampanye Hitam

Viral, Video Ceramah Ulama di Depan Ma'ruf Amin Diduga Kampanye Hitam

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 10:23 WIB

Timses Prabowo Sebut Jokowi Panik dan Kehabisan Akal Naikan Elektabilitas

Timses Prabowo Sebut Jokowi Panik dan Kehabisan Akal Naikan Elektabilitas

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 04:15 WIB

Hary Tanoe ke Ribuan Caleg Perindo: Jangan Hanya Kampanye Diri Sendiri!

Hary Tanoe ke Ribuan Caleg Perindo: Jangan Hanya Kampanye Diri Sendiri!

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 22:10 WIB

Terkini

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB