Terperangkap Jerat Pemburu, Kaki Harimau Sumatera Terancam Diamputasi

Bangun Santoso

Selasa, 26 Maret 2019 | 16:56 WIB
Terperangkap Jerat Pemburu, Kaki Harimau Sumatera Terancam Diamputasi
Ilustrasi harimau mati terperangkap jerat. [ANTARA FOTO/FB Anggoro]

Suara.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) liar yang terjerat di kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) terluka parah dan ada kemungkinan kakinya diamputasi.

“Diharapkan 2-3 hari ke depan ada kejelasan dari dokter hewan yang menangani. Mudah-mudahan tidak diamputasi," kata Suharyono seperti dilansir Antara di Pekanbaru, Selasa (26/3/2019).

Satwa langka dilindungi itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari BBKSDA Riau dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) dari lokasi terjeratnya pada Senin (24/3).

Hasil diagnosa awal tim medis menyatakan harimau itu berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 3-4 tahun, dan bobotnya sekitar 90 kilogram. Harimau itu terkena jerat di kaki kiri bagian depan, yang diperkirakan sudah berlangsung selama tiga hari.

“Saat ditemukan (harimau) diperkirakan sudah terjerat selama tiga hari sampai kakinya mengalami infeksi dan lukanya dikerumini lalat,” ujarnya.

Untuk proses penanganan lebih lanjut, ia mengatakan, BBKSDA Riau telah menyerahkan harimau terluka itu kepada Balai KSDA Sumatera Barat (Sumbar) yang selanjutnya dititipkan ke PR-HSD di Dhamasraya, Sumbar.

“Setelah tiba di Dhamasraya, harimau itu baru mau minum, belum mau makan karena masih trauma. Harimau itu juga demam karena luka di kakinya sampai suhu tubuhnya sekitar 41 derajat celcius,” ujarnya.

Sebelumnya, harimau sumatera itu terjerat di kawasan RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Perusahaan dari APRIL Group ini mengantongi izin restorasi ekosistem dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kawasan Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, sejak 2012 dengan luas 20.265 hektare.

baca juga

Berdasarkan riset dari lembaga perlindungan satwa WWF dan WCS (Wildlife Conservation Society), kawasan Semenanjung Kampar merupakan kantong populasi harimau sumatera kelas 2 yang mampu menampung hingga 50 individu.

Suharyono berharap harimau tersebut bisa diselamatkan sehingga jumlah satwa belang yang mati di Riau tidak bertambah. Sebelumnya, tiga ekor harimau sumatera liar mati akibat jerat yang dipasang warga di Riau pada 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Harimau dan Jagawana Sama-sama Terperangkap Jerat Pemburu di Riau

Ngeri, Harimau dan Jagawana Sama-sama Terperangkap Jerat Pemburu di Riau

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 13:13 WIB

Tiga Pengungsi Afghanistan Selingkuhan Istri Warga Riau, Digerebek di Mobil

Tiga Pengungsi Afghanistan Selingkuhan Istri Warga Riau, Digerebek di Mobil

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 16:43 WIB

KLHK Komitmen Tingkatkan Populasi Harimau Sumatera 2 Kali Lipat

KLHK Komitmen Tingkatkan Populasi Harimau Sumatera 2 Kali Lipat

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 10:26 WIB

Emak-emak Teriak Histeris: Pak Buka pak, Buka Pak Prabowo

Emak-emak Teriak Histeris: Pak Buka pak, Buka Pak Prabowo

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 18:16 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Pekanbaru Riau

Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Pekanbaru Riau

News | Sabtu, 09 Maret 2019 | 07:16 WIB

Terkini

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×