Redam Kegaduhan Pemilu, Siswa Madrasah Buat Eksperimen "Jabat Tangan Saya"

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:57 WIB
Redam Kegaduhan Pemilu, Siswa Madrasah Buat Eksperimen "Jabat Tangan Saya"
Gerakan Eksperimen Jabat Tangan Saya Jika Pilihan Politik Kita Berbeda. (jurnals mdsr)

Suara.com - Pelajar Madrasah Alawiyah (MA) Almudasiriyah, Jakarta Pusat membuat eksperimen sosial yang berhubungan dangan kontestasi politik jelang Pemilu pada April 2019 mendatang.

Ekseperimen bertajuk "Gerakan Eksperimental Jabat Tangan Saya Jika Pilihan Politik Kita Berbeda" dibuat para siswa yang tergabung dalam kelompok ekstrakulikuler jurnalistik karena merasa resah dengan kian memanasnya suhu politik karena adanya perbedaan pilihan di masyarakat.

“Iya betul (punya keresahan). Sekalipun mereka belum jadi pemilih tapi karena mungkin, di lingkungan sehari-hari mereka melihat orang banyak yang saling ledek-ledekan hanya karena Pemilu,” kata Ferdy Ahmad, Pembina ekskul Jurnalistik saat dihubungi Suara.com, Jumat (29/3/2019).

Siswa-siswa yang masih duduk di kelas 10 itu melakukan eksperimen sosial itu di Jembatan Penyeberang Orang (JPO) Senayan, Jakarta Selatan. Dalam eksperimen ini, satu siswa dari sekolah tersebut berdiri sambil memegang poster bertuliskan: "Saya Pendukung Paslon 01. Tapi Jika Anda Pendukung Paslon 02, Jabat Tangan Saya." Sebaliknya, siswa lain memegang poster dengan tulisan berbeda, yakni: "Saya Pendukung Paslon 02. Tapi Jika Anda Pendukung Paslon 01, Jabat Tangan Saya".

Ferdy mengungkapkan ide awal pembuatan gerakan eksperimental tersebut ialah termotivasi dari banyaknya gerakan eksperimental lainnya yang telah dibuat oleh banyak orang yang aktif membuat konten kreatif di Youtube. Berangkat dari hal itu, siswa-siswi di MA Almudasiriyah akhirnya mencetuskan ide untuk membuat eksperimen sosial tersebut.

Ferdy melihat ada yang hilang dari suasana Pemilu yaitu persatuan bangsa Indonesia. Tujuan dari eksperimen itu,  para siswa-siswi ingin memberikan hal positif di tengah panasnya suasana politik menjelang hari pemungutan suara.

“Kami berpikir bahwa lucu juga kita bikin tentang politik, kita rembukkan. Anak-anak SMA harus didik soal persatuan juga. Kita ingin menanamkan ada hal seperti ini dan mereka benar-benar tahu sebenarnya ada loh paradigma seperti itu dan persatuan itu ada loh,” ujarnya.

Mulanya, gerakan eksperimental itu akan dilakukan di Bundaran HI saat Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day. Namun dikarenakan hujan, mereka terpaksa memindahkan lokasinya di JPO Senayan. Selama kurang lebih 1 jam berdiri di JPO tersebut, reaksi dari masyarakat pun beragam.

Ada masyarakat yang awalnya tidak peduli dengan keberadaan mereka, ada pula yang disebut Ferdy masyarakat yang malah mencemooh gerakan eksperimental itu karena dirasa tidak begitu penting.

Tidak mau berkecil hari, siswa-siswi tersebut kemudian menjadi semangat ketika satu persatu masayarakat mulai peduli dengan keberadaan mereka.

“Kalau kita denger sayup-sayup ya ada yang bilang nggak penting, di sosial media juga banyak yang keluarin hate speech, cuman kita nggak lihat itunya sih. Banyak oprang yang bilang bahwa (gerakan) seperti ini harus diikuti di setiap kota,” tuturnya.

Ferdy menambahkan kalau hasil dari gerakan eksperimental tersebut bisa menularkan ide dari para siswa-siswi yang menginginkan Bhinneka Tunggal Ika tidak dilepaskan meskipun berbeda pilihan politik. Meskipun belum bisa berpastisipasi di Pemilu, namun siswa-siswi tersebut memiliki harapan melihat Indonesia tetap bersatu tanpa harus terpecah belah hanya karena dukungan di Pemilu yang berbeda.

“Kebanyakan dari mereka punya instagram, dan feed instagram mereka kadang dipenuhi hal-hal demikian, ini kok dipenuhi hal-hal seperti itu. Yang seharusnya diajarkan untuk tidak seperti ini, mereka tahu dasarnya, sebelumnya kita nggak pernah kaya gini.

“Tulisan di kertas itu ide mereka, Indonesia punya rumusan ini loh Bhinneka Tunggal Ika tapi kenapa sekarang malah hilang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareng dengan Rabu Trewa, KPU Pertimbangkan Ubah Jadwal Pemilu di Flores

Bareng dengan Rabu Trewa, KPU Pertimbangkan Ubah Jadwal Pemilu di Flores

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 17:55 WIB

Luhut: Jangan Pilih Pemimpin dari Berita Hoaks

Luhut: Jangan Pilih Pemimpin dari Berita Hoaks

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 17:12 WIB

Mahfud MD: jika Polisi Mundur Dituduh Kriminalisasi Tak Bisa Berantas Hoaks

Mahfud MD: jika Polisi Mundur Dituduh Kriminalisasi Tak Bisa Berantas Hoaks

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 16:33 WIB

Polri Tegaskan Tak Ada Motif Politik Dalam Pengamanan Pemilu

Polri Tegaskan Tak Ada Motif Politik Dalam Pengamanan Pemilu

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 16:17 WIB

Menkominfo Sebut Hoaks Paling Banyak Berkaitan dengan Politik

Menkominfo Sebut Hoaks Paling Banyak Berkaitan dengan Politik

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 15:17 WIB

Terkini

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB