Array

35 Korban Banjir Sentani Belum Teridentifikasi, BNPB: Kebanyakan dari Luar

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Sabtu, 30 Maret 2019 | 16:02 WIB
35 Korban Banjir Sentani Belum Teridentifikasi, BNPB: Kebanyakan dari Luar
Warga melakukan ibadah ketika memakamkan jenazah korban banjir bandang Sentani yang dikuburkan secara massal di Pemakaman Umum Kampung Harapan Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (27/3/2019). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati/pras).

Suara.com - Sebanyak 35 jenazah korban banjir bandang Sentani, Papua hingga saat ini belum teridentifikasi. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Kebanyakan korban yang belum teridentifikasi adalah pendatang dari luar Papua dan tidak melaporkan diri ke dinas kependudukan atau aparat setempat," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Sutopo menerangkan, korban meninggal akibat banjir bandang berjumlah 112 orang. Jenazah yang sudah teridentifikasi berjumlah 77 orang dan 52 orang diantaranya sudah menerima santunan yang diberikan kepada ahli warisnya.

Sementara itu, jumlah korban yang hilang tercatat 17 orang. Jumlah korban yang diduga hilang berkurang karena setelah didata beberapa orang berhasil ditemukan di tempat pengungsian.

"Ada juga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah kembali ke keluarganya," ujarnya.

Sutopo mengatakan, jumlah korban luka akibat bencana alam tersebut berjumlah 961 orang, yaitu 153 luka berat dan 808 luka ringan, dan masih ada 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi di 21 titik.

Ia menerangkan, masyarakat yang mengungsi merupakan korban banjir bandang dan luapan Danau Sentani. Pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang ke rumahnya.

"Pengungsi akibat luapan Danau Sentani 2.854 jiwa atau 759 kepala keluarga yang ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning," ucap Sutopo.

Untuk diketahui, masa tanggap darurat banjir Sentani telah selesai dan mulai memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.

Baca Juga: Tragis, Proyek Jamban untuk 545 Warga Desa NTB Dikorupsi

"Rapat koordinasi menyepakati tanggap darurat berakhir pada Jumat (29/3) dilanjutkan dengan transisi darurat menuju pemulihan selama tiga bulan mulai Sabtu (30/3) hingga Kamis (27/6)," kata Sutopo.

Sutopo mengatakan hal-hal yang dilakukan pada masa tanggap darurat dapat dilanjutkan kembali selama masa transisi darurat menuju pemulihan, kecuali pencarian korban. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI