Siti Aisyah dalam Bahaya, Diincar Anak Buah Kim Jong Un untuk Dieksekusi

Reza Gunadha
Siti Aisyah dalam Bahaya, Diincar Anak Buah Kim Jong Un untuk Dieksekusi
Siti Aisyah saat ditemui di kediamannya di Serang, Banten. (Bantennews.co.id)

"Apa yang ditakutkan Pyongyang adalah, salah satu perempuan itu bisa berubah pikiran seiring waktu, entah karena penyesalan atau tawaran duit."

Suara.com - Siti Aisyah dan Doan Thi Huang, perempuan asal Indonesia dan Vietnam, terbebas dari hukuman mati di pengadilan Malaysia, setelah didakwa membunuh Kim Jong Nam—kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Namun, seperti diberitakan South China Morning Post, Rabu (3/4/2019), Aisyah dan Doan tidak benar-benar bebas. Sebab, mereka dikabarkan terus dipantau dan diincar mata-mata Korut untuk dieliminasi.

Sebab, mereka adalah saksi kunci sekaligus pelaku yang digunakan untuk pembunuhan sensasional Kim Jong Nam pada 13 Februari 2017.

Dalam persidangan, kedua perempuan itu berkukuh tak bersalah karena ditipu oleh agen Korut untuk mengusapkan racun syaraf VX ke Kim Jong Nam. Aisyah dan Duong mengatakan, agen Korut itu membohingi mereka dengan mengatakan menjadi pemain dalam acara lelucon stasiun televisi.

“Kalau salah satu adari mereka kemudian mengungkapkan apa yang mereka ketahui secara detail mengenai rencana itu, maka hidupnya dalam bahaya,” kata Sung Yoon Lee, profesor studi Korea di Tufts University Amerika Serikat.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut sudah 2 tahun berlalu. Biasanya, agen intelijen Korut menunggu waktu sampai bertahun-tahun untuk mengeliminasi seseorang yang dilibatkan sebagai pelaku pembunuhan terencana.

"Apa yang ditakutkan Pyongyang adalah, salah satu perempuan itu bisa berubah pikiran seiring waktu, entah karena penyesalan atau tawaran duit, bakal menjual kisahnya ke penerbit buku, pembuat film, atau televisi. Dengan begitu, interaksi mereka dengan ‘majikan’ Korut akan terbongkar, sehingga harus diantisipasi,” tuturnya.

Sung Yoon meyakini, media massa tak bakal melepas Aisyah maupun Duong begitu saja. Mereka akan terus menggoda kedua perempuan itu untuk mengungkapkan kisah secara detail.

Benny Mamoto, mantan inspektur jenderal Polri kepada SCMP mengakui, ada kemungkinan Aisyah atau Duong dalam bahaya.

“Modus operandi agen Korea Utara ... adalah untuk menghilangkan sumber ancaman, termasuk saksi [untuk pembunuhan]".

Untuk diketahui, Siti Aisyah dibebaskan oleh pengadilan Malaysia dalam persidangan pada tanggal 11 Maret. Ia langsung diterbangkan ke Indonesia memakai jet pribadi Dubes RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Aisyah sempat dipulangkan ke rumahnya, Banten. Namun, sehari setelahnya, ia kembali dijemput oleh pemerintah untuk ditempatkan di save house. Hingga kekinian, tak diketahui keberadaan Aisyah.

Sementara Doan, pada awal bulan ini terbebas dari hukuman mati. Ia hanya dikenakan hukuman tiga tahun empat bulan penjara. Pengacaranya mengatakan, Doan bakal bebas pada Mei tahun ini, karena masa hukumannya sudah dipotong masa tahanan.

Empat warga Korea Utara juga dituduh melakukan pembunuhan Kim Jong Nam, tetapi melarikan diri dari Malaysia segera setelah pembunuhan itu terjadi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS