Mantan Kabareskrim Bongkar Kejanggalan Kematian Diplomat Arya: Soroti Aki Penjaga Kos

Wakos Reza Gautama

Rabu, 16 Juli 2025 | 15:37 WIB
Mantan Kabareskrim Bongkar Kejanggalan Kematian Diplomat Arya: Soroti Aki Penjaga Kos
Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi memberikan analisa mengenai kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. [Youtube tvOneNews]

Suara.com - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Ito Sumardi, memberikan analisis tajam yang secara sistematis membongkar kelemahan-kelemahan fundamental dalam penyelidikan awal kasus kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan.

Dengan pengalamannya sebagai penyidik senior, Ito menyoroti tiga pilar kunci investigasi yang menurutnya goyah: autopsi forensik, analisis CCTV, dan penelusuran digital.

Dari pandangannya, tanda-tanda yang ada lebih kuat mengarah pada sebuah skenario pembunuhan yang direkayasa, ketimbang aksi bunuh diri yang tragis.

Keraguan pada Pilar Autopsi: Mati Dulu, Baru Dilakban?

Bagi Ito Sumardi, kunci pertama dan yang paling fundamental terletak di meja autopsi. Ia menyuarakan keraguan besar terhadap kesimpulan awal bunuh diri, terutama jika tim forensik tidak melakukan pemeriksaan mendalam.

"Kuncinya memang tiga, Mas. Yang pertama adalah ya autopsi yang kedua adalah CCTV. Yang ketiga adalah penelusuran dari digital," ujar dia dikutip dari acara Catatan Demokrasi yang tayang di Youtube tvOneNews.

Menurutnya jika seseorang orang bunuh diri pasti ada cairan yang keluar apakah mungkin sperma ataukah mungkin feses ataukah mungkin air seni. "Kalau tidak bunuh diri, tidak ada keluar sama sekali," katanya.

Lebih jauh, Ito menekankan satu pertanyaan kritis yang hanya bisa dijawab melalui autopsi komprehensif: kapan tepatnya Arya meninggal?

"Nah, sekarang permasalahannya kalau betul ini sudah dilakukan autopsi yang benar, maka dari pemeriksaan torak saja bisa diketahui apakah korban itu sudah meninggal sebelum dilakban ataukah korban itu belum meninggal kemudian dilakban," ujarnya.

baca juga

Jika Arya meninggal sebelum dilakban, maka kasus ini adalah pembunuhan mutlak. Jika ia dilakban saat masih hidup, seharusnya ada tanda perlawanan hebat. Ito mengkhawatirkan kemungkinan terburuk dalam prosedur awal.

"Saya kira saya khawatir saya khawatir mungkin pada saat olah TKP pertama itu hanya dilakukan visum luar. Sehingga tidak ditemukan tanda kekerasan disimpulkan yang bersangkutan bunuh diri," ujarnya, mengisyaratkan potensi kesalahan fatal di langkah paling awal investigasi.

Titik Buta Fatal di CCTV: Pintu Terbuka untuk Pembunuh?

Pilar kedua yang dinilai rapuh adalah analisis rekaman CCTV. Ito, dengan mata seorang penyidik, melihat adanya sebuah "lubang" keamanan yang sangat krusial dan berpotensi menjadi kunci masuk pelaku.

Rekaman menunjukkan Arya keluar membuang sampah, berjalan menyusuri lorong, lalu berbelok ke area titik buta (blind spot) kamera.

"Kita tidak bisa melihat di sebelah kanan ini ada apa yang terjadi, apakah ada orang masuk atau tidak. Karena pasti pintunya tidak terkunci kan. Karena korban ini kan akan kembali... Ini kan korban setelah membuang sampah. Oke. Tidak ada sesuatu aktivitas yang bisa mengawasi di sini kecuali CCTV. Sementara CCTV yang di sisi kanan di sini adalah dalam posisi blind spot," papar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seksolog Mematahkan Asumsi Liar tentang Fetish di Balik Kematian Diplomat Arya

Seksolog Mematahkan Asumsi Liar tentang Fetish di Balik Kematian Diplomat Arya

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 15:03 WIB

4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri

4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:39 WIB

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:08 WIB

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 11:46 WIB

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

×