Hoaks Server KPU, Mahfud MD : Data dan Cara Berpikirnya Agak Kampungan

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 08 April 2019 | 18:21 WIB
Hoaks Server KPU, Mahfud MD : Data dan Cara Berpikirnya Agak Kampungan
Slank akan Ngaji Kebangsaan bareng Prof Mahfud MD dan Ustadz Yusuf Mansur. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai isu hoaks server Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah di-setting memenangkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin tidak masuk akal. Menurut Mahfud MD, cara berpikir para pembuat hoaks dan juga data yang disajikan agak kampungan.

Hal ini disampaikan oleh Mahfud dalam acara Kompas Petang di Kompas TV pada Sabtu 6 April 2019. Menggunakan teknologi sebagai bahan hoaks memang terkesan meyakinkan kebenarannya, namun data yang disajikan para pelaku pembuat hoaks tidak mendukung hal itu.

"Mereka mau membuat penyesatan informasi ke publik menggunakan penghitungan suara hasil pemilu melalui IT itu kan canggih kalau zaman sekarang tapi datanya agak kampungan karena tidak masuk akal," kata Mahfud MD seperti dikutip Suara.com, Senin (8/4/2019).

Mahfud MD menjelaskan, data itu disebut tidak masuk akal lantaran mereka membuat asumsi seolah-olah KPU melakukan hasil penghitungan suara melalui komputer. Padahal, cara penghitungan KPU itu dilakukan secara manual dan bertingkat ditambah pula dibubuhi stempel dan tanda tangan basah di tiap tingkatannya.

Terlebih, tiap tim capres yang bertarung pun memiliki salinan jumlah penghitungan suara dilengkapi stempel dan tanda tangan basah. Tak hanya itu, kini siapa pun bisa mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memantau secara langsung hingga ikut menghitung jumlah suara di TPS sehingga model penghitungan suara dipastikan sangat transparan.

"Sehingg tidak mungkin lalu disedot komputer karena komputer itu hanya informasi sesudah ditetapkan baru dimasukkan ke sistem itu. Masing kontestan atau parpol punya data masing-masing yang ditandatangani basah sehingga tidak mungkin suara itu diubah dari hasil yang real, semua bisa kontrol sekarang ini," papar Mahfud MD.

Meski demikian, banyak warganet yang ikut termakan dengan isu hoaks itu. Mahfud MD menduga memang ada sebagian orang yang sebenarnya sudah mengetahui kebenarannya namun sengaja ikut menyebarluaskan hoaks itu.

"Orang yang percaya itu pertama provokator-provokator yang memang punya maksud tidak baik. Kemudian banyak juga yang percaya karena tidak tahu, ada yang tahu itu salah tapi sengaja disebar seakan benar," tandas Mahfud MD.

Untuk diketahui, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang penyebar video hoaks itu. Dua tersangka berinisial EW dan RD berprofesi sebagai buzzer atau pendengung di media sosial. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang sengaja menyebarluaskan video hoaks itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Hoaks Server KPU, Polisi: Jangan Dikaitkan ke Pendukung Prabowo Dulu

Soal Hoaks Server KPU, Polisi: Jangan Dikaitkan ke Pendukung Prabowo Dulu

News | Senin, 08 April 2019 | 16:29 WIB

Masuk DPO, Polisi Buru 2 Pelaku Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi

Masuk DPO, Polisi Buru 2 Pelaku Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi

News | Senin, 08 April 2019 | 15:32 WIB

Terkuak, 2 Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi Ternyata Buzzer

Terkuak, 2 Penyebar Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi Ternyata Buzzer

News | Senin, 08 April 2019 | 14:16 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB