9 Agenda Prioritas Penanganan HAM untuk Jokowi dan Prabowo, Ada soal LGBT

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 15 April 2019 | 15:03 WIB
9 Agenda Prioritas Penanganan HAM untuk Jokowi dan Prabowo, Ada soal LGBT
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti debat Capres-Cawapres putaran ke-5 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4). Debat terakhir sebelum pemungutan suara pilpres 17 April 2019 mendatang membahas tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri. [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Amnesty Internasional serahkan sembilan agenda prioritas penanganan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk Parlemen dan Pemerintah yang akan terpilih jelang Pemilu 2019. Sembilan agenda tersebut direkap dalam satu dokumen dan diserahkan kepada perwakilan dari dua kubu koalisi partai yang bersaing di Pemilu 2019.

Peneliti Senior Amnesty Internasional, Papang Hidayat mengatakan sembilan agenda tersebut berdasarkan penelitian dari tim Amnesty International. Isu-isu HAM yang disampaikan juga dikatakan Papang sudah terjadi sejak awal Amnesty International berdiri, tahun 1961.

"Sembilan isu HAM ini sebenarnya sudah menjadi penelitian Amnesty (International) sejak 1961. Berbagai isu HAM tadi masih terjadi sampai hari ini," ujar Papang di gedung HDI Hive Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid mengatakan situasi HAM Indonesia terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencontohkan beberapa kasus diskriminasi terhadap pemeluk agama minoritas seperti pengusiran, pembakaran rumah ibadah dan tempat tinggal.

Selain itu, Usman juga mengatakan sejak tahun 2016, terjadi juga kasus diskriminasi, intimadasi, dan marginalisasi kepada kubu minoritas seksual. Ia mengatakan perilaku tersebut dilakukan tidak hanya oleh publik tapi juga oleh aparat keamanan.

Usman berharap melalui sembilan agenda HAM yang diajukan ini, nantinya bisa menjadi gambaran kebijakan untuk Pemerintah selanjutnya dalam menuntaskan masalah HAM di Indonesia. Pemerintah selanjutnya disebut Usman memiliki kesempatan untuk mengubah masalah HAM yang memburuk menjadi lebih baik.

"Agenda HAM yang kami ajukam ini mengedepankan rencana aksi konkret yang harus dikerjakan oleh pemerintah dan parlemen berikutnya untuk memperbaiki situasi HAM di Indonesia," kata Usman dalam keterangan tertulis.

Sembilan agenda HAM prioritas bagi pemerintah dan parlamen terpilih ini diserahkan kepada perwakilan dari kedua kubu yang bersaing. Dari kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf diwakilkan oleh Maman Imanulhaq. Sementara dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi diwakilkan oleh Ferry Mursyidan Baldan. Sembilan agenda tersebut juga diserahkan kepada Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Berikut sembilan agenda HAM Prioritas dari Amnesty International untuk Pemerintah dan Parlemen terpilih;

baca juga

1. Menjunjung tinggi hak atas kebenasan dan melindungi para pembela Ham
2. Menghormati dan melindungi hak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan, beragama dan berkepercayaan
3. Memastikan akuntabilitas atas pelanggaran HAM oleh aparat keamanan
4. Menetapkan pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM berat masa lalu
5. Menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan ank perempuan
6. Menghormati HAM di Papua
7. Memastikan akuntabilitas untuk pelanggaran HAM di sektor bisnis kelapa sawit
8. Menghapus hukuman mati untuk semua kejahatan
9. Mengakhiri pelecehan, intimidasi terjadap orang-orang LGBT

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan di Korea, Audi Marissa Curhat Hampir Tak Bisa Nyoblos

Liburan di Korea, Audi Marissa Curhat Hampir Tak Bisa Nyoblos

Entertainment | Senin, 15 April 2019 | 14:58 WIB

Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya Gelar Patroli Gabungan Amankan Pemilu 2019

Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya Gelar Patroli Gabungan Amankan Pemilu 2019

News | Senin, 15 April 2019 | 14:58 WIB

Pilih Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban Maia Estianty

Pilih Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban Maia Estianty

Entertainment | Senin, 15 April 2019 | 14:46 WIB

Dukung Jokowi, Hedi Yunus Seperti Bikin Dosa Besar

Dukung Jokowi, Hedi Yunus Seperti Bikin Dosa Besar

Entertainment | Senin, 15 April 2019 | 14:40 WIB

Arungi Ombak, PPLN Fiji ke Tengah Laut Jemput Suara WNI ABK

Arungi Ombak, PPLN Fiji ke Tengah Laut Jemput Suara WNI ABK

News | Senin, 15 April 2019 | 14:27 WIB

Terkini

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:18 WIB

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:18 WIB

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:08 WIB

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:44 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

×