8 Bulan Kampanye, Prabowo - Sandi Habiskan Dana Rp 211 Miliar

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 02 Mei 2019 | 19:16 WIB
8 Bulan Kampanye, Prabowo - Sandi Habiskan Dana Rp 211 Miliar
Prabowo dan Sandiaga (instagram @sandiuno)

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menyerahkan Laporan Penerimaan Dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019). Selama delapan bulan kampanye, Prabowo - Sandiaga telah habiskan dana sebesar Rp 211 miliar.

Penyerahan LPPDK BPN Prabowo - Sandiaga diwakili oleh Ketua Bendahara Umum BPN Prabowo, Thomas Djiwandono didampingi Wakil Ketua Bendahara Umum BPN Prabowo Dimas Satrio.

Dalam LPPDK tersebut, BPN Prabowo - Sandiaga telah menerima dana kampanye sebesar Rp 213.284.218.405 atau sekitar Rp 213 miliar. Dari total penerimaan tersebut, Sandiaga yang paling besar menyumbangkan dana kampanye.

"Sekitar 60-an persen dari total paslon. Antara pak Sandi dan pak Prabowo hampir mungkin 55 sampai 45 persen lah kira-kira. Tetap yang paling banyak dari pak Sandiaga," kata Thomas.

Selain itu, dari total penerimaan tersebut, BPN Prabowo - Sandiaga telah mengeluarkan dana untuk kampanye sebesar Rp. 211.464.770.813 atau sekitar Rp 211 miliar. Pengeluaran terbesar dilakukan BPN untuk pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) yakni sebesar Rp 60.824.891.733 atau sekitar Rp 60 miliar.

"Dari sisi pengeluaran, yang paling besar adalah bahan kampanye di angka Rp 60,8 miliar. Setelah itu pertemuan tatap muka Rp. 21 miliar. Pembuatan desain alat peraga Rp 8,8 miliar dan sebagainya," ujarnya.

Berdasarkan total penerimaan dan pengeluaran, BPN Prabowo - Sandiaga masih menyimpan dana sekitar Rp 1.819.447.592. Thomas mengatakan kalau dana tersebut masih digunakan untuk operasional BPN hingga rekapitulasi suara final KPU pada 22 Mei mendatang.

"Kita masih tetap ada beberapa, BPN kan masih berjalan jadi hal-hal seperti itu daily operational itu masih berjalan sampai tanggal 22 nanti," tandasnya.

Berikut rincian penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Prabowo - Sandiaga:

baca juga

I. PENERIMAAN DANA KAMPANYE

a. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: Rp. 192.515.335.542

b. Partai Politik atau Gabungan Partai Politik: Rp. 4.779.624.949

c. Sumbangan Pihak Lain Perseorangan: Rp. 9.290.095.055

d. Sumbangan Pihak Lain Kelompok: Rp. 1.159.688.510

e. Sumbangan Pihak Lain Badan Usaha Non Pemerintah: Rp. 2.925.000.000

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Pewaris Nabi, Sandiaga: Ijtimak Ulama Harus Dipertimbangkan Elite

Disebut Pewaris Nabi, Sandiaga: Ijtimak Ulama Harus Dipertimbangkan Elite

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 17:16 WIB

Kesalahan Input Data Rugikan Prabowo, Lieus: Ketua KPU Kudu Ditangkap

Kesalahan Input Data Rugikan Prabowo, Lieus: Ketua KPU Kudu Ditangkap

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 16:46 WIB

KPU ke Ijtimak Ulama III: Kami Tidak Bisa Ditekan Siapapun, Kami Tunduk UU

KPU ke Ijtimak Ulama III: Kami Tidak Bisa Ditekan Siapapun, Kami Tunduk UU

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:58 WIB

KPU Tolak Mentah Permintaan Ijtima Ulama III untuk Diskualifikasi Jokowi

KPU Tolak Mentah Permintaan Ijtima Ulama III untuk Diskualifikasi Jokowi

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:54 WIB

Partai Golkar Serahkan Laporan Dana Kampanye Sebesar Rp 307 Miliar ke KPU

Partai Golkar Serahkan Laporan Dana Kampanye Sebesar Rp 307 Miliar ke KPU

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 13:23 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×