Temukan Banyak Kekurangan, Fadli Zon: Situng KPU Sangat Amatiran

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Jum'at, 03 Mei 2019 | 20:39 WIB
Temukan Banyak Kekurangan, Fadli Zon: Situng KPU Sangat Amatiran
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di kantor KPU RI. (Suara.com/M, Yasir)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyebut sistem Informasi dan Teknologi pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sangat amatiran. Sebab, Fadli Zon menilai masih banyak kekurangan terkait metode Situng KPU untuk menghitung suara Pemilu 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungkapkan salah satu kekurangan yang ditemukan yakni misalnya pada proses input data hasil pemungutan suara C1 pada Situng KPU RI masih ada yang tidak disertai dengan hasil pindai atau scan lembar C1. Setelah ditanyakan kepada pihak KPU RI ternyata hal tersebut dikarenakan kapasitas penyimpanan data pada sistem tersebut telah penuh.

"Ini menurut saya suatu hal yang sangat amatiran. Karena, seharusnya untuk tingkat negara tidak boleh ada hal seperti ini, karena sudah harus dihitung berapa jumlah kapasitas dari memori yang dibutuhkan, bandwidth yang dibutuhkan dan sebagainya," kata Fadli Zon usai meninjau proses Situng di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Lebih lanjut, Fadli Zon pun menjabarkan kekurangan lainnya yang ada pada Situng KPU RI. Misalnya, terkait kesalahan input data pada Situng.

Seharusnya, Fadli Zon mengatakan sistem IT KPU RI dengan anggaran biaya yang cukup besar bisa secara otomatis melakukan koreksi bilamana terjadi adanya kesalahan dalam proses input data.

"Miisalnya 120 (suara) bisa ditulis 1.200 (suara). Ada tambahan '0' nya. Saya pertanyakan kenapa tidak ada rejection (penolakan), padahal kita tahu jumlah TPS itu hanya 3 digit. Kenapa kalau 4 digit masih masuk juga? Ini tidak bisa dijawab oleh KPU dengan sistem yang ada," ungkapnya.

"Harusnya hal yang sangat elementer seperti ini tidak boleh terjadi. Apalagi kita ini urusannya adalah urusan penting, urusan negara dengan biaya yang cukup tinggi," imbuhnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutup Buku, Mardani Ali Sera: Saya Haramkan Siapa pun Teriak Ganti Presiden

Tutup Buku, Mardani Ali Sera: Saya Haramkan Siapa pun Teriak Ganti Presiden

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 20:33 WIB

Rayuan Infrastruktur Tak Mempan, Suara Jokowi Ambles di Sukabumi

Rayuan Infrastruktur Tak Mempan, Suara Jokowi Ambles di Sukabumi

Jabar | Jum'at, 03 Mei 2019 | 19:59 WIB

BPN Minta Makam KPPS Dibongkar, Bima Arya: Harus Hati-hati Disikapi

BPN Minta Makam KPPS Dibongkar, Bima Arya: Harus Hati-hati Disikapi

Jabar | Jum'at, 03 Mei 2019 | 18:40 WIB

Tim Prabowo Serahkan 1 Boks Kontainer Bukti Kesalahan Input Data Situng

Tim Prabowo Serahkan 1 Boks Kontainer Bukti Kesalahan Input Data Situng

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 18:06 WIB

BPN Prabowo Minta Jasad Ratusan Petugas KPPS Gugur Diautopsi

BPN Prabowo Minta Jasad Ratusan Petugas KPPS Gugur Diautopsi

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:42 WIB

Terkini

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

×