Cara Benar Menyambut Ramadan Menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Senin, 06 Mei 2019 | 07:40 WIB
Cara Benar Menyambut Ramadan Menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani
Sambut Ramadan, Warga Senen Jakarta Pawai Obor (suara.com)

Suara.com - Cara benar menyambut Ramadan menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Ramadan adalah bulan paling mulia dalam Islam. Begitu yang disepakati ulama, bahkan Allah menegaskan puasa adalah milik-Nya dan Dia sendiri yang mengganjarkannya.

Sebegitu spesialnya bulan ramadan, Rasulullah SAW sampai memohon dipanjangkan umur untuk kembali dipertemukan Bulan Ramadan.

Namun apakah kamu sudah mempersiapkan rohani dalam menyambut bulan suci ini?

Kita tahu, Ramadan bukan semata-mata bulan ibadah. Dalam kehidupan bermasyarakat, bulan ramadan begitu ketat beriringan dengan perubahan aktivitas sosial.

Seperti para pedagang yang berlomba-lomba umtuk menaikkan penghasilan mereka dan para pekerja yang menunggu kesempatan untuk menerima tunjangan hari raya.

Dalam situasi seperti ini, sejauh mana kita dapat mensucikan niat kita untuk fokus beribadah tanpa terlalu tenggelam pada kesenangan duniawi?

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab Al-Ghuniyah menganjurkan tahapan rohani yang harus dipersiapkan dalam menyambut bulan ramadan.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Ia dianggap wali dan menerima penghormatan besar oleh kaum Muslim dari anak benua India.

Pertama, Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani menganjurkan agar umat Islam menyambut bulan Ramadan dengan mensucikan diri dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Melakukan introspeksi, evaluasi diri dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Baca Juga: Anies Klaim Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Puasa, Ini Data Sebenarnya

Adalah satu tahapan rohani yang paling penting untuk menyambut bulan suci dengan keadaan yang juga suci.

Puasa bulan Ramadhan sesungguhnya bukan sekadar melaksanakan rukun Islam yang keempat. Karena di dalamnya terdapat penempatan diri dan penahan hawa nafsu. Dengan persiapan rohani yang matang, kita diharapkan untuk menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang dan perilaku yang baik terhadap setiap orang. (NU.or.id)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI