Cara Benar Menyambut Ramadan Menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Pebriansyah Ariefana
Cara Benar Menyambut Ramadan Menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani
Sambut Ramadan, Warga Senen Jakarta Pawai Obor (suara.com)

Begitu yang disepakati ulama, bahkan Allah menegaskan puasa adalah milik-Nya dan Dia sendiri yang mengganjarkannya.

Suara.com - Cara benar menyambut Ramadan menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Ramadan adalah bulan paling mulia dalam Islam. Begitu yang disepakati ulama, bahkan Allah menegaskan puasa adalah milik-Nya dan Dia sendiri yang mengganjarkannya.

Sebegitu spesialnya bulan ramadan, Rasulullah SAW sampai memohon dipanjangkan umur untuk kembali dipertemukan Bulan Ramadan.

Namun apakah kamu sudah mempersiapkan rohani dalam menyambut bulan suci ini?

Kita tahu, Ramadan bukan semata-mata bulan ibadah. Dalam kehidupan bermasyarakat, bulan ramadan begitu ketat beriringan dengan perubahan aktivitas sosial.

Seperti para pedagang yang berlomba-lomba umtuk menaikkan penghasilan mereka dan para pekerja yang menunggu kesempatan untuk menerima tunjangan hari raya.

Dalam situasi seperti ini, sejauh mana kita dapat mensucikan niat kita untuk fokus beribadah tanpa terlalu tenggelam pada kesenangan duniawi?

Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab Al-Ghuniyah menganjurkan tahapan rohani yang harus dipersiapkan dalam menyambut bulan ramadan.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Ia dianggap wali dan menerima penghormatan besar oleh kaum Muslim dari anak benua India.

Pertama, Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani menganjurkan agar umat Islam menyambut bulan Ramadan dengan mensucikan diri dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Melakukan introspeksi, evaluasi diri dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Adalah satu tahapan rohani yang paling penting untuk menyambut bulan suci dengan keadaan yang juga suci.

Puasa bulan Ramadhan sesungguhnya bukan sekadar melaksanakan rukun Islam yang keempat. Karena di dalamnya terdapat penempatan diri dan penahan hawa nafsu. Dengan persiapan rohani yang matang, kita diharapkan untuk menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang dan perilaku yang baik terhadap setiap orang. (NU.or.id)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS