Mengenal 'Sahabat' Rasulullah yang Masih Hidup hingga Sekarang di Yordania

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara
Mengenal 'Sahabat' Rasulullah yang Masih Hidup hingga Sekarang di Yordania
Pengunjung berziarah di depan makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar as Siddiq, dan Umar bin Kattab di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (6/5). [ANTARA FOTO/Aji Styawan]

Hingga kini, 'sahabat' Rasulullah itu masih hidup dan bisa kita temui di Yordania.

Suara.com - Meski sudah berlalu ribuan tahun yang lalu, hingga kini ada satu 'sahabat' Rasulullah SAW yang masih hidup.

'Sahabat' Rasulullah itu adalah sebuah pohon yang diberi nama Pohon Sahabi atau dalam Bahasa Inggris disebut The Blessing Tree.

Suara.com melansir dari berbagai sumber, Jumat (17/5/2019), pohon berusia ribuan tahun tersebut berada di Yordania, sekitar 150 kilometer dari Kota Amman, Ibu Kota Yordania.

Meski berada di tengah hamparan gurun pasir, Pohon Sahabi tetap berdiri kokoh dengan dedaunan berwarna hijau yang begitu lebat.

Pohon Sahabi yang menjadi lokasi pertemuan antara Nabi Muhammad kecil dengan seorang biarawan Nasrani bernama Bahira.

Pertemuan Bahira dengan Nabi Muhammad kecil berawal saat Nabi Muhammad kecil mengikuti sang paman, Abu Thalib melakukan perjalanan perdagangan ke Suriah.

Dari kejauhan, Bahira memperhatikan rombongan Abu Thalib dan Nabi Muhammad kecil. Ia menyaksikan kekuasaan Allah ada pada Nabi Muhammad.

Kemanapun Nabi Muhammad berjalan, ada awan kecil yang mengikutinya seolah melindungi Nabi Muhammad dari teriknya matahari di gurun. Bahira lantas  mengundang rombongan Abu Thalib dalam sebuah perjamuan.

Namun, dalam perjamuan tersebut nabi Muhammad kecil tidak ikut. Saat Bahira mencarinya, ia menemukan Nabi Muhammad sedang menjaga unta-unta di bawah Pohon Sahabi.

The blessed tree atau pohon sahabi, 'sahabat' Rasulullah yang masih hidup (Flikcr/samdefranc)
The blessed tree atau pohon sahabi, 'sahabat' Rasulullah yang masih hidup (Flikcr/samdefranc)

Saat Nabi Muhammad kecil berada di bawah pohon nan rindang itu, ranting-ranting pohon seolah merunduk berusaha melindungi Nabi Muhammad kecil dari sengatan matahari. Bahira dibuat takjub dengan pemandangan itu.

Bahira meminta agar Abu Thalib segera kembali ke Mekkah untuk menjaga Nabi Muhammad kecil dari serangan orang jahat yang hendak membunuhnya.

Ia meyakini bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi terakhir seperti yang disebutkan dalam kitabnya.

Kisah pertemuan Nabi Muhammad dengan Bahira di bawah pohon nan rindang itupun diabadikan dalam film dokumenter singkat berjudul The Blessed Tree.

Kisah tersebut diceritakan oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania yang ditempatkan oleh sang paman, Raja Hussein untuk bekerja di Royal Archives. Sejak saat itu banyak peneliti yang menemukan beberapa referensi mengenai pohon tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS