Saksi BPN Menuding Kapolda Sumut Terlibat Dalam Memenangkan Jokowi - Maruf

Chandra Iswinarno | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 20 Mei 2019 | 21:05 WIB
Saksi BPN Menuding Kapolda Sumut Terlibat Dalam Memenangkan Jokowi - Maruf
Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional provinsi Sumatera Utara di Kantor KPU RI pada Senin (20/5/2019). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno Aziz Subekti menyebut Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Agus Andrianto terlibat dalam pemenangan Pasangan Capres - Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin di Provinsi Sumatera Utara. Aziz bahkan menyebut Agus seperti halnya tim sukses Jokowi - Maruf Amin.

Pernyataan tersebut disampaikan Aziz dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional provinsi Sumatera Utara di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Senin (20/5/2019).

Di tengah proses rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Provinsi Sumatera Utara saksi dari BPN Prabowo - Sandiaga Uno itu menyebut ada dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kubu Jokowi - Maruf Amin, salah satunya yakni dengan melibatkan Kapolda Sumatera Utara.

"Jadi, KPU dan penyelenggara, kecurangan itu terasa. Saya lihat banyak berita daerah di Sumut, aparat itu sudah seperti tim sukses, sebut saja Kapolda," tutur Aziz.

Atas hal itu, Aziz mengambil sikap menolak dan tidak menandatangani berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Provinsi Sumatera Utara. Hal itu sebagaimana yang dilakukan pada rekapitulasi hasil penghitungan suara pada provinsi-provinsi lainnya.

"Jadi, menurut saya sesuai yang sudah disampaikan, saya bangga menyampaikan menolak hasil pemilu presiden. Sikap kebanggan itu semoga dicatat dalam sanubari masyarakat yang merasakan dan menyampaikan. Sikap itu sekaligus menyatakan pemilu diwarnai praktik tidak baik," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, berdasar hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional provinsi Sumatera Utara yang telah disahkan KPU RI Pasangan Nomor Urut 01 Jokowi - Maruf Amin unggul dengan memperoleh suara sebanyak 3.936.515. Sedangkan, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno hanya memperoleh suara 3.587.786. Terhitung selisih perolehan suara keduanya berkisar 348.729.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekapitulasi Suara Tingkat Nasional, Jokowi Unggul Telak di Kuala Lumpur

Rekapitulasi Suara Tingkat Nasional, Jokowi Unggul Telak di Kuala Lumpur

News | Senin, 20 Mei 2019 | 18:05 WIB

Rekapitulasi Suara Tingkat Nasional, Prabowo Unggul di Riau

Rekapitulasi Suara Tingkat Nasional, Prabowo Unggul di Riau

News | Senin, 20 Mei 2019 | 15:42 WIB

KPU Kemungkinan Umumkan Hasil Rekapitulasi Tingkat Nasional Hari Ini

KPU Kemungkinan Umumkan Hasil Rekapitulasi Tingkat Nasional Hari Ini

News | Senin, 20 Mei 2019 | 14:59 WIB

Bawaslu Minta KPU Tak Hitung 62 Ribu Surat Suara di Kuala Lumpur, Kenapa?

Bawaslu Minta KPU Tak Hitung 62 Ribu Surat Suara di Kuala Lumpur, Kenapa?

News | Senin, 20 Mei 2019 | 14:42 WIB

M Taufik soal Kasus Lieus: Cuma Ngomong Makar, Masa Ditangkap Sih?

M Taufik soal Kasus Lieus: Cuma Ngomong Makar, Masa Ditangkap Sih?

News | Senin, 20 Mei 2019 | 13:08 WIB

Terkini

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:22 WIB

KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan

KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:17 WIB

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:52 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB