Orang Tua Harun Curiga Anaknya Meninggal Dianiaya Saat Kerusuhan 22 Mei

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Jum'at, 24 Mei 2019 | 21:42 WIB
Orang Tua Harun Curiga Anaknya Meninggal Dianiaya Saat Kerusuhan 22 Mei
Keluarga Almarhum Harun di area pemakamam, Jumat (24/5/2019). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Ayah almarhum Harun, Didin Wahyudin (45) mengaku terpukul atas kepergian anak tercintanya. Terlebih penyebab meninggalnya anaknya itu hingga saat ini masih misterius.

Harun sendiri merupakan warga Duri Kepa, Kebayoran Baru, Jakarta Barat yang meninggal dunia akibat kerusuhan 22 Mei

Didin mengatakan banyak kabar simpang siur terkait penyebab meninggalnya Harun. Ada yang menyebut Harun meninggal tertembak saat berdiri di atas sebuah mobil ketika terjadi kerusuhan di Slipi hingga kabar penganiayaan oleh oknum aparat kepolisian yang baru-baru ini viral dalam sebuah potongan video di media sosial.

"Tapi ceritanya simpang siur, ada yang bilang anak saya lagi berdiri di atas mobil anak saya ditembak. Ada video baru lagi, katanya anak saya diseret di sebuah lapangan, dipukuli rame-rame, diinjak, pokoknya dianiaya," tutur Didin saat ditemui di rumah duka, RT 09/RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

Sementara itu, Didin mengaku baru mendapat kabar kalau anaknya itu meninggal dunia pada Kamis (23/5/2019) malam dari sebuah grup WhatsApp yang mengabarkan ada anak berusia sekitar 14 tahun terkena luka tembak dan tengah dirawat di RS Dharmais.

Mendengar kabar tersebut, Didin yang khawatir mengingat anaknya tak ada kabar sejak keluar rumah pada Rabu (22/5) siang itu lantas segera bergegas ke RS Dharmais. Kemudian, setelah tiba di RS Dharmais ternyata Harun sudah dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lantaran saat ditemukan dilokasi yang bersangkutan tidak membawa identitas.

"Dia memang tidak membawa identitas, dari rumah dia juga nggak pamit. Karena nggak ada identitas jadi dibawa langsung ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Jadi saya ambil anak saya di sana," ujarnya.

Lebih lanjut, Didin mengaku tidak melihat bekas luka pada jenazah Harun. Sebab, kondisi Harus saat diambil di RS Polri Kramat Jati sudah dalam posisi dikafani. Hanya, Didin curiga anak tercintanya itu meninggal akibat dianiaya.

"Saya cuma melihat bagian wajahnya aja karena sudah dibungkus. Jadi udah rapi udah di mandikan. Memang pas saya pegang kepalanya memang udah lembek. Ada bekas penganiayaan. Jadi anak ini sepertinya ada penganiayaan," ungkapnya.

baca juga

"Keluarga merasa kehilangan karena anak saya tadinya sehat bawa kemari sudah mayat, menurut saya sih itu sudah suatu pembunuhan ya. Itu udah pembunuhan saya pikir, hukumnya udah jadi hukum rimba," imbuhnya.

Lebih lanjut, Didin mengatakan pihak RS Polri Kramat Jati juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Harun. Namun, kekinian pihaknya belum menerima berkas hasil autopsi tersebut.

"Belum saya belum menerima sama sekali. Saya juga enggak sempat minta karena tidak mengerti terus panik juga pengen buru-buru jenazah cepat keluar. Jadi nggak menanyakan itu lagi jadi bawa surat yang ada untuk izin pengambilan (jenazah) itu aja," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPAI Sebut Anak-Anak Dalam Kerusuhan 22 Mei Tak Izin untuk Demo

KPAI Sebut Anak-Anak Dalam Kerusuhan 22 Mei Tak Izin untuk Demo

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 21:16 WIB

Reyhan Dikenal Sebagai Pemuda Aktif di Generasi Muda Masjid

Reyhan Dikenal Sebagai Pemuda Aktif di Generasi Muda Masjid

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 20:36 WIB

Pengakuan Bocah Kelas 3 SMP Ikut Kerusuhan 22 Mei: Nyari Keadilan doang sih

Pengakuan Bocah Kelas 3 SMP Ikut Kerusuhan 22 Mei: Nyari Keadilan doang sih

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 20:11 WIB

Meninggal Saat Kerusuhan 22 Mei, Harun Diduga Alami Luka Tembak di Dada

Meninggal Saat Kerusuhan 22 Mei, Harun Diduga Alami Luka Tembak di Dada

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 18:56 WIB

Dijarah saat Kerusuhan 22 Mei, Dua Pedagang Ini Dikasih Modal oleh Jokowi

Dijarah saat Kerusuhan 22 Mei, Dua Pedagang Ini Dikasih Modal oleh Jokowi

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 18:46 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×