Menhan Ryamizard Siap Pecat 3 Persen TNI yang Terbukti Anti Pancasila

Reza Gunadha, Stephanus Aranditio

Kamis, 27 Juni 2019 | 14:17 WIB
Menhan Ryamizard Siap Pecat 3 Persen TNI yang Terbukti Anti Pancasila
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu seusai halal bihalal Kemenhan di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan akan segera menindak lanjuti temuan Kementerian Pertahanan yang menyebutkan, 3 persen Tentara Nasional Indonesia terpapar ajaran anti-Pancasila. Sanksi pemecatan juga dipersiapkan.

Ryamizard mengatakan, untuk tahap awal, mereka akan menelusuri lebih dalam untuk mencari prajurit TNI yang anti-Pancasila. Dia menduga prajurit itu bukan prajurit yang masuk masuk ke satuan TNI.

"Ada memang yang saya sinyalir tidak suka terhadap Pancasila. Kalau TNI, dari awal juga kalau tak suka Pancasila, tak bisa ikut (tak bisa jadi anggota),” kata Ryamizard seusai halal bihalal Kemenhan di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Ia menjelaskan, Kemenhan lebih dulu akan melakukan pendekatan persuasif kepada prajurit yang terpapar paham radikalisme untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila.

Kalau sudah tidak bisa, kata Ryamizard, sanksi terberat yakni pemecatan tak segan-segan diputuskan oleh Kemenhan.

"Kita ingatkan dulu karena apa? Ya kita nasihati kamu jangan (bikin) ulah? Kalau (bikin) ulah kami pecat saja," tegasnya.

Sebelumnya, saat halal bihalal Mabes TNI yang dilangsungkan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (19/6/2019).

Ryamizard dalam sambutannya mengungkapkan hasil pengamatan yang dilakukan Kementerian Pertahanan baru-baru ini, tentang Pancasila.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemhan, sebanyak sekitar tiga persen anggota TNI sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju terhadap ideologi negara, Pancasila.

baca juga

"Kurang lebih 3 persen, ada TNI yang terpengaruh radikalisme," kata Ryamizard waktu itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhan Klaim Negara Aman Setelah MK Umumkan Hasil Gugatan Prabowo

Menhan Klaim Negara Aman Setelah MK Umumkan Hasil Gugatan Prabowo

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 13:35 WIB

Ribuan Prajurit TNI Ikut Disiagakan Jaga Gedung MK

Ribuan Prajurit TNI Ikut Disiagakan Jaga Gedung MK

News | Rabu, 26 Juni 2019 | 08:42 WIB

Hobi Berkebun, Prajurit TNI Asal Ngawi Budidayakan Bunga Matahari

Hobi Berkebun, Prajurit TNI Asal Ngawi Budidayakan Bunga Matahari

Lifestyle | Rabu, 26 Juni 2019 | 07:20 WIB

3% TNI Antipancasila, Moeldoko: Tak Bisa Dibenahi, Dibuang ke Laut Saja

3% TNI Antipancasila, Moeldoko: Tak Bisa Dibenahi, Dibuang ke Laut Saja

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 20:27 WIB

Bisik-bisik soal Kasus Kivlan Zen, Menhan: Tito Saya Anggap Adik Sendiri

Bisik-bisik soal Kasus Kivlan Zen, Menhan: Tito Saya Anggap Adik Sendiri

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 21:44 WIB

Terkini

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:50 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:37 WIB

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

×