Air Tanah di Kamal Muara Sudah Tak Layak, Warga Pakai Cara Tadah Hujan

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Kamis, 11 Juli 2019 | 14:49 WIB
Air Tanah di Kamal Muara Sudah Tak Layak, Warga Pakai Cara Tadah Hujan
Warga di Kampung Nelayan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara menggunakan tadah air hujan untuk keperluan sehari-hari. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Warga di Kampung Nelayan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara sudah puluhan tidak pernah menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. Kekinian, mereka menggunakan air dari tadahan air hujan karena air tanah di wilayah pesisir pantai utara Jakarta ini sudah tak layak pakai.

Ketua RW 04 Sudirman mengatakan, awalnya warga sempat menggunakan air tanah dari sumur bor. Saat itu, air masih digunakan untuk sekadar mencuci dan masak, belakangan air tersebut berubah menjadi asin dan keruh.

"Sekitar 2003 itu kalau enggak salah, kami masih ada yang pakai air tanah, sekarang asin," kata Sudirman saat ditemui, Kamis (11/7/2019).

Untuk mensiasati hal itu, warga menggunakan menggunakan tadah air hujan dengan memasang talang paralon di atap rumah untuk mengaliri air hujan ke tandon penampungan.

Warga di Kampung Nelayan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara sudah puluhan tidak pernah menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. (Suara.com/Tyo)
Warga di Kampung Nelayan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara sudah puluhan tidak pernah menggunakan air tanah untuk keperluan sehari-hari. (Suara.com/Tyo)

Tekniknya sederhana, warga memasang paralon panjang disisi atap kemudian disetiap sudutnya dipasang corong dengan selang untuk mengaliri air ke tandon air yang ada di bawah.

"Air hujan itu langsung dipakai gitu saja, tapi cuma buat nyuci piring, mandi pun kadang gatal-gatal, tidak untuk minum, kalau mau minum ya beli air (PAM/Air Mineral Galon)," terang Sudirman.

Namun cara itu tidak berfungsi di musim kemarau seperti saat ini, mereka sepenuhnya membeli air dari PT PAM Lyonaise Jaya (Palyja) dengan harga Rp 7000 untuk 5 jerigen (100 liter) air bersih.

Air dari Palyja ini bisa digunakan warga untuk kebutuhan mandi, memasak, minum, dan mencuci.

"Sehari Rp 21 ribu (15 jerigen) saya buat berempat di rumah, dikaliin saja tuh berapa, kalau pakai air sumur baju bisa menguning, apalagi baju anak sekolah," ucapnya sambil tertawa.

Hingga saat ini, warga Kampung Kamal Muara masih menanti pembangunan pipa air dari Palyja yang saat ini pembangunannya baru mencapai wilayah Tegal Alur, sekitar 2 kilometer dari Kamal Muara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Kemarau, Begini Cara Petani Magetan Cegah Tanaman Puso

Musim Kemarau, Begini Cara Petani Magetan Cegah Tanaman Puso

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2019 | 07:52 WIB

Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan

Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:23 WIB

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 08:00 WIB

Jakarta Terancam Kekeringan, Kadis LH Jamin Pasokan Air Bersih Aman

Jakarta Terancam Kekeringan, Kadis LH Jamin Pasokan Air Bersih Aman

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 18:44 WIB

Petani Kesulitan Air, Harga Cabai di Jakarta Rp 50 Ribu Per Kilogram

Petani Kesulitan Air, Harga Cabai di Jakarta Rp 50 Ribu Per Kilogram

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 14:26 WIB

Terkini

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:07 WIB