JK: Krakatau Steel Lunglai karena Masih Pakai Teknologi Jadul

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 11 Juli 2019 | 14:58 WIB
JK: Krakatau Steel Lunglai karena Masih Pakai Teknologi Jadul
JK dalam sebuah acara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyoroti soal kalahnya Indonesia berdasarkan kecanggihan teknologi negara lain sehingga banyak hasil dari BUMN yang sepi peminat. Ia mencontohkan soal kondisi PT. Krakatau Steel yang saat ini terus melemah.

JK menjelaskan bahwa Indonesia saat ini kalah saing dengan Cina karena teknologi yang digunakan berbeda jauh. Contoh saja dengan PT. Krakatau Steel, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembuatan baja.

JK dalam acara diskusi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria Rizki).
JK saat menghadiri sebuah acara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria Rizki).

"Bayangkan Indonesia bikin baja harganya 600 dolar pertahun. Tapi Cina bikin 400, kalau bikin 500, dia untung 100, kita rugi 100. Jadi makin banyak, karena Krakatau Steel teknologinya lama," jelas JK saat mengisi acara di Acara Smart Business Talk " Making Indonesia 4.0 vs Super Smart Society 5.0 di Hotel Aryadut, Jakarta Pusat, Kamis (11/07/2019).

"Dulu baja 1000 dolar. Sekarang sisa 509 dolar. Jadi industri kita di atas itu. Jadi pilihannya apa. Mau efisien atau mahal?," sambungnya.

JK juga menerangkan soal pabrik semen di Indonesia yang kalah saing lagi-lagi dengan pabrik semen Cina. Dengan masihnya menggunakan teknologi usang, pabrik semen di Indonesia menjual satu sak semen seharga Rp 40 ribu sedangkan pabrik Cina bisa lebih murah hingga selisih Rp 10 ribu.

Itulah yang menurutnya harus diperhatikan dari revolusi industri 4.0. JK menilai kalau masyarakat Indonesia hanya sering menggunakan revolusi industri untuk menjadi pembahasan dalam suatu seminar, atau diskusi semata tanpa ada praktiknya.

"Contohnya pabrik semen pegawainya 600 orang, tapi China hanya 70 orang," ujarnya.

"Jadi otomatis, jadi ini persoalannya kita, inilah namanya revolusi industri , ini revolusi efisiensi. Yang mana kita pilih rakyat yang mau murah atau industri yang tidak efisien," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Tegur Menteri BUMN dan ESDM, JK: Kita Harus Bangun Kilang Minyak

Jokowi Tegur Menteri BUMN dan ESDM, JK: Kita Harus Bangun Kilang Minyak

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 20:28 WIB

MA Bebaskan Syafruddin Arsyad, JK: Peringatan ke KPK Agar Lebih Hati-hati

MA Bebaskan Syafruddin Arsyad, JK: Peringatan ke KPK Agar Lebih Hati-hati

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:51 WIB

Krakatau Steel: Buruh yang Menolak PHK Massal Habis Kontrak Agustus 2019

Krakatau Steel: Buruh yang Menolak PHK Massal Habis Kontrak Agustus 2019

Banten | Kamis, 04 Juli 2019 | 17:09 WIB

Tolak PHK Massal, Ribuan Buruh Blokir Akses Masuk Pabrik Krakatau Steel

Tolak PHK Massal, Ribuan Buruh Blokir Akses Masuk Pabrik Krakatau Steel

Banten | Rabu, 03 Juli 2019 | 17:25 WIB

Terkini

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB