Pemulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Istana: Jokowi Pasti Tak Mau

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2019 | 19:09 WIB
Pemulangan Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Istana: Jokowi Pasti Tak Mau
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo meyakini Presiden Joko Widodo akan menolak memulangkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia sebagai syarat rekonsiliasi dengan Prabowo Subianto. Sebab, menurutnya, tertahannya Rizieq di Arab Saudi berkaitan dengan persolan hukum bukan politik.

"Kalau soal itu menjadi syarat pertemuan dan sebagainya, pasti pak presiden tidak akan mau (pulangkan Rizieq Shihab)," kata Eko usai menghadiri diskusi bertajuk 'Rekonsiliasi Indonesia Kerja Menuju Adil Makmur' di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo. (Suara.com/M. Yasir).
Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo. (Suara.com/M. Yasir).

Eko mengungkapkan bahwa Rizieq tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran persoalan hukum izin tinggal yang telah melewati batas atau overstay. Sehingga, dia meminta untuk tidak mencampur adukkan antara persoalan hukum dengan politik.

"Jangan saling dikaitkan antara masalah hukum dengan masalah politik. Masalah sekarang ini yang dihadapi Habib Rizieq adalah soal teknis, overstay yang izin tinggal dia sudah kedaluwarsa," ungkapnya.

Eko menilai hal yang lebih penting dari rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo yakni mengenai persoalan bangsa. Sehingga, pertemuan tersebut sebaiknya tidak perlu dibebankan dengan agenda politik untuk memulangkan Rizieq.

"Pertemuan itu jangan kemudian diberi beban tentang agenda agenda politik misalnya soal pembebasan Habib Rizieq dan sebagainya. Yang penting adalah agenda kebangsaan bersama," ujarnya.

"Pak Jokowi sekarang ini hanya memikirkan soal kepentingan bangsa, bukan hal-hal yang menyangkut soal: orang yang melanggar hukum kemudian dititipkan menjadi agenda pertemuan politik. Itu saya kira semuanya untuk kepentingan bangsa," imbuhnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani tidak menyangkal bahwa salah satu syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Jokowi adalah pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan pembebasan para tokoh yang ditahan kepolisian.

"Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq) kan beberapa waktu lalu banyak ditahan ratusan orang," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dia menilai, dengan langkah pemulangan Habib Rizieq dan pembebasan para tokoh, diharapkan ketegangan di tengah masyarakat menjadi mengendor sehingga gesekan tidak ada lagi.

Muzani mengatakan tidak ada syarat lain yang diajukan pihaknya kepada Jokowi, selain pemulangan Rizieq dan pembebasan sejumlah orang yang ditahan karena perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019.

Kendati begitu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Puyouno mengklaim partainya tidak pernah mensyaratkan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia sebagai syarat dalam rekonsiliasi antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Menurut Arief jika ada kader Partai Gerindra yang menyebut kepulangan Rizieq sebagai syarat rekonsiliasi itu semata-mata hanya bentuk simpati pribadi bukan sikap politik partai.

"Itu belum ada ya dalam agenda, kalau terjadi rekonsiliasi syarat bahwa Habib Rizieq harus dikembalikan, itu belum ada syaratnya ya. Mungkin itu baru semacam kata-kata saja ya, dari para kader Gerindra yang simpatisan dengan Habib Rizieq," kata Arief di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKN Soal Rekonsiliasi: Yang Ngambang Itu Prabowo, Kadang Iya, Kadang Enggak

TKN Soal Rekonsiliasi: Yang Ngambang Itu Prabowo, Kadang Iya, Kadang Enggak

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 16:39 WIB

Dukung Rekonsiliasi, Arief Puyuono: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Dukung Rekonsiliasi, Arief Puyuono: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:54 WIB

Soal Rekonsiliasi, TKN Curiga Ada Deal Terselubung Prabowo dan Habib Rizieq

Soal Rekonsiliasi, TKN Curiga Ada Deal Terselubung Prabowo dan Habib Rizieq

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 14:17 WIB

Minta Rizieq Dipulangkan, PAN: Yang Kalah Harusnya Kasih Selamat ke Jokowi

Minta Rizieq Dipulangkan, PAN: Yang Kalah Harusnya Kasih Selamat ke Jokowi

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 13:52 WIB

Dahnil Sebut Rizieq Tak Bisa Pulang, Abu Janda: Kunci Portal ada di Firza

Dahnil Sebut Rizieq Tak Bisa Pulang, Abu Janda: Kunci Portal ada di Firza

News | Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:39 WIB

Terkini

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:44 WIB

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:42 WIB

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:40 WIB

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:38 WIB

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:29 WIB

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:19 WIB

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:16 WIB

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

DPR Kritik Usulan Menteri PPPA Soal Pemindahan Gerbong Wanita KRL: Perbaiki Sistem!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:11 WIB

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

Iran di Ambang Kronis, Kemiskinan dan Pengangguran Mendarah Daging

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:07 WIB

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:06 WIB