Pakistan Akhirnya Buka Kembali Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil

Bangun Santoso

Selasa, 16 Juli 2019 | 13:57 WIB
Pakistan Akhirnya Buka Kembali Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil
Ilustrasi pesawat terbang (Shutterstock).

Suara.com - Wilayah udara Pakistan telah dibuka kembali bagi penerbangan sipil, kata lembaga penerbangannya pada Selasa (16/7/2019), setelah berbulan- bulan pembatasan diberlakukan karena perselisihan dengan tetangganya, India, pada awal tahun ini.

"Dengan pemberlakuan segera, wilayah udara Pakistan dibuka buat semua jenis lalu lintas sipil di jalur ATS (Air Traffic Service), yang diterbitkan," demikian bunyi pemberitahuan berupa Notice to Airmen (NOTAMS), yang disiarkan laman otoritas penerbangan.

Seorang pejabat di lembaga tersebut, yang dihubungi melalui telepon, mengonfirmasi bahwa perubahan itu sudah berlaku.

Pakistan menutup wilayah udaranya pada Februari setelah bertikai dengan India terkait serangan oleh satu kelompok gerilyawan garis keras yang berpusat di Pakistan terhadap rombongan polisi di Kashmir, yang dikuasai India, hingga menewaskan 40 polisi paramiliter.

Kedua negara melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai masing-masing selama pertikaian itu dan pesawat tempur sempat terlibat pertempuran di udara di wilayah udara Kashmir, yang menjadi sengketa.

Sebagian operasi di bandar udara Pakistan berlanjut segera setelah ketegangan mereda tapi pembatasan terus berdampak pada banyak perusahaan penerbangan internasional yang menggunakan wilayah udara Pakistan,

Pakistan terletak di antara koridor penerbangan penting. Pembatasan wilayah udaranya memengaruhi ratusan pesawat komersial dan barang setiap hari, sehingga memperlama perjalanan bagi penumpang dan menambah biaya bahan bakar bagi perusahaan penerbangan.

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa jam setelah United Airlines Holdings Inc mengatakan perusahaan tersebut memperpanjang pembekuan penerbangannya dari Amerika Serikat ke New Delhi dan Mumbai di India, sampai 26 Oktober, karena pembatasan yang masih berlanjut pada wilayah udara Pakistan. (Reuters/Antara)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, 22 Orang Tewas Seketika Usai Tersambar Petir di Kashmir

Ngeri, 22 Orang Tewas Seketika Usai Tersambar Petir di Kashmir

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 09:46 WIB

Pembawa Acara Televisi Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Pakistan

Pembawa Acara Televisi Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Pakistan

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:17 WIB

Wanita Ini Tak Bisa Berhubungan Seks karena Alami Vaginal Septum, Apa Itu?

Wanita Ini Tak Bisa Berhubungan Seks karena Alami Vaginal Septum, Apa Itu?

Health | Minggu, 23 Juni 2019 | 09:40 WIB

Seru, Saudara Suzuki Karimun Siap Melantai di Pakistan

Seru, Saudara Suzuki Karimun Siap Melantai di Pakistan

Otomotif | Rabu, 19 Juni 2019 | 10:00 WIB

Siarkan Rapat Parlemen di Facebook Live, Anggota DPR Pakistan Jadi Kucing

Siarkan Rapat Parlemen di Facebook Live, Anggota DPR Pakistan Jadi Kucing

Tekno | Selasa, 18 Juni 2019 | 06:55 WIB

Terkini

BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?

BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:20 WIB

Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral

Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:20 WIB

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:12 WIB

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:10 WIB

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:08 WIB

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:06 WIB

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

×