PA 212 Sebut Prabowo Perusak, PSI: Bila Tak Diperlukan Lagi, Kalian Diinjak

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:08 WIB
PA 212 Sebut Prabowo Perusak, PSI: Bila Tak Diperlukan Lagi, Kalian Diinjak
Prabowo dan Sandiaga (instagram @sandiuno)

Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menganggap jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, eks pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019 telah dimanfaatkan untuk kepentingan dengan kelompok radikal. Hal itu disampaikan Guntur Romli menanggapi pernyataan Ketua PA 212 Slamet Maarif yang merasa ormasnya hanya dijadikan alat perjuangan Prabowo.

"Sekarang kalian @prabowo @sandiuno tahu rasa berkoalisi dengan kelompok radikal," kata Guntur melalui akun Twitter @GunRomli pada Jumat (19/7/2019).

Cuitan Guntur Romli di akun pribadi Twitter. (@GunRomli).
Cuitan Guntur Romli di akun pribadi Twitter. (@GunRomli).

Menurut Guntur, Prabowo - Sandiaga hanya dimanfaatkan sesaat untuk kepentingan PA 212 selama Pilpres 2019 berlangsung. Prabowo - Sandiaga malah disebut Guntur menjadi tidak berguna karena kalah di Pilpres 2019.

"Bila kalian sudah tidak diperlukan, maka kalian akan diinjak-injak! Baikan disebut sebagai 'alat rusak," tandasnya.

Untuk diketahui, Slamet Maarif sebelumnya membongkar alasan lembaganya ikut terjun dalam konstestasi Pilpres 2019. Mereka mendukung Prabowo  - Sandiaga bukan tanpa alasan. Ia menyebut, Prabowo dan Sandiaga adalah alat perjuangan PA 212.

Hal tersebut disampaikan Slamet Maarif dalam diskusi sharing informasi untuk sesama pejuang di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (10/7/2019).

Video tersebut diunggah oleh akun YouTube Pecinta Habib Rizieq Syihab pada 13 Juli 2019 dan kekinian mulai ramai menjadi sorotan publik.

Secara terang-terangan, Slamet Maarif menegaskan bila partai politik, Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan Prabowo - Sandi menjadi alat kendaraan bagi PA 212 untuk kepentingan PA 212.

"Karena kemarin kita ikut dalam perpolitikan sebagai alat dan perjuangan kita," kata Slamet Maarif seperti dikutip Suara.com, Senin (15/7/2019).

baca juga

"Sekali lagi, kemarin itu partai-partai, BPN, Prabowo-Sandi itu adalah alat kendaraan perjuangan kita untuk menegakkan spirit 212," imbuh Slamet Maarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Dicap Pengkhianat oleh PA 212, Ini Respons Gerindra

Prabowo Dicap Pengkhianat oleh PA 212, Ini Respons Gerindra

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 13:39 WIB

Berharap Khilafah Indonesia 2024, PA 212: FPI Sudah Ada Divisi Penegakannya

Berharap Khilafah Indonesia 2024, PA 212: FPI Sudah Ada Divisi Penegakannya

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 20:17 WIB

Gelar Aksi saat Sidang MK, Novel Bamukmin Akui Dipecat BPN Prabowo

Gelar Aksi saat Sidang MK, Novel Bamukmin Akui Dipecat BPN Prabowo

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 18:46 WIB

Prabowo Dianggap Khianat, PA 212: Kami Harap Khilafah Ada di Indonesia 2024

Prabowo Dianggap Khianat, PA 212: Kami Harap Khilafah Ada di Indonesia 2024

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 17:27 WIB

PA 212: Prabowo Berkhianat!

PA 212: Prabowo Berkhianat!

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 16:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×