PDIP Sebut Jika Dua Paket Pimpinan MPR Akan Mudah Menebak Pemenang

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 22 Juli 2019 | 17:52 WIB
PDIP Sebut Jika Dua Paket Pimpinan MPR Akan Mudah Menebak Pemenang
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan penentuan pimpinan MPR periode 2019-2024 kemungkinan akan diramaikan dengan beberapa perwakilan partai yang terbagi dalam tiga paket.

Hendrawan menuturkan, saat ini masih cenderung hanya dua paket, namun pilihan menjadi tiga paket masih terbuka lebar. Hendrawan sendiri lebih merasa akan ada persaingan tidak terduga jika memang pemilihan pimpinan MPR terbagi tiga paket.

"Yang peluangnya paling besar adalah dua paket. Tapi dalam dua paket ini kita dengan mudah sudah menduga paket mana yang akan menang ketimbang tiga paket, karena tiga paket ini lebih susah menebak siapa yang akan menang," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Ia menerangkan, masing-masing paket tersebut bisa diisi oleh satu partai dengan perilehan suara terbesar dengan porsi pimpinan MPR, terdiri dari tiga anggota DPR dan dua anggota DPD.

"Dari tiga paket ini mana yang akan muncul itu tergantung dari komunikasi politik yang dibangun dari berbagai partai ini. Oleh sebab itu pada tahap ini yang penting setiap fraksi di MPR mewacanakan gagasan besar seperti apa yang akan diusung oleh MPR 2019 - 2024," kata dia.

"Yang kedua, siapa yang akan diajukan yang memenuhi harapan publik memeiliki rekam jejak yang kredibel," Hendrawan menambahkan.

Hendrawan berujar di luar dua opsi tersebut, pemilihan pimpinan MPR secara aklamasi juga bisa dimungkinkan. Namun hal itu tidak mudah terjadi lantaran harus melihat dari sisi ketokohan calon pimpinan dan ketua MPR.

"Karena kalau aklamasi emang susah, akalmasi itu peranan ketokohan seseorang itu penting sekali. Orang sekaliber Pak Taufik Kiemas yang gitu luar biasa yang diterima semua kalangan menjadi jembatan komunikasi dari mereka-mereka yang berbeda pandangan itu kan susah yang sperti itu," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Plt Ketum PPP Bahas Posisi Pimpinan MPR dengan Surya Paloh di DPP Nasdem

Plt Ketum PPP Bahas Posisi Pimpinan MPR dengan Surya Paloh di DPP Nasdem

News | Senin, 22 Juli 2019 | 17:20 WIB

Hendrawan Sebut PDI Perjuangan Banyak Kesamaan dengan Gerindra

Hendrawan Sebut PDI Perjuangan Banyak Kesamaan dengan Gerindra

News | Senin, 22 Juli 2019 | 16:51 WIB

Kontroversi Anggaran Getah Getah, PDIP: Inspektorat Harus Turun Tangan

Kontroversi Anggaran Getah Getah, PDIP: Inspektorat Harus Turun Tangan

News | Senin, 22 Juli 2019 | 15:53 WIB

PDIP Curigai Porsi 55:45 dari Amien Rais Munculkan Dualisme di PAN

PDIP Curigai Porsi 55:45 dari Amien Rais Munculkan Dualisme di PAN

News | Senin, 22 Juli 2019 | 15:02 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×