Abu Janda Ungkap Data FPI adalah Organisasi Teroris, Ini Balasan Munarman

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:26 WIB
Abu Janda Ungkap Data FPI adalah Organisasi Teroris, Ini Balasan Munarman
Munarman [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - FPI berang setelah aktivis media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyebar data ormas besutan Rizieq Shihab itu tergolong kelompok teroris.

Abu Janda menyebar pernyataan itu berdasarkan data lembaga Terrorism Research & Analysis Consortium (TRAC), yang diambilnya dari laman daring trackingterrorism.org.

Dia menyebar data tersebut untuk merepons hilangnya unggahan warganet di Twitter, Instagram, atau Facebook, kalau berembel-embel atau disertakan foto Rizieq.

Sementara Sekretaris Umum FPI Munarman membantah pernyataan Abu Janda tersebut. Untuk diketahui, keduanya berdebat dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, yang tayang Selasa (30/7/2019).

Munarman mengklaim, pernyataan Abu Janda soal FPI teroris adalah menyesatkan. Ia justru balik menuding, hal tersebut sengaja diungkapkan Abu Janda yang notabene merupakan seorang buzzer politik.

"Permadi Arya ini jago agitprop, agitasi dan proposal. Jadi dia menakut-takuti orang, supaya dia sendiri mendapat pekerjaan, membangun opini lain. Pekerjaan dia memang begitu," kata Munarman dalam cuplikan video ILC seperti dikutip Suara.com, Kamis (1/7/2019).

Menurut Munarman, laman daring TRAC yang menjadi dasar Abu Janda mengategorikan FPI sebagai teroris, tidak memunyai validitas maupun kejelasan.

"Laman itu sudah kami cek, tak jelas ternyata,” kata Munarman.

Sebagai balasan, Munarman mengungkapkan klaim penyebab hilangnya foto Habib Rizieq setiap kali disebar di media sosial.

baca juga

"Kan yang punya otoritas itu Kementerian Informasi dan Komunikasi. Mereka memberikan surat kepada pengelola Facebook di Indoensia, supaya hal-hal terkait gerakan 212, terutama foto-foto Habib Rizieq dihapus. Itu fakta, ini fakta hukum," tutur Munarman.

Sebelumnyal, Abu Janda menjelaskan apa yang ia nyatakan terkait FPI dikategorikan sebagai teroris itu hanya berdasarkan laman TRAC, bukan pendapat pribadi.

"Di sini afwan ya bang, di situs ini FPI itu dikategorikan sebagai terrorist organization. Jadi ini bukan opiniku bang, ini bukan opiniku tapi ini yang dijadikan dasar penghapusan fotonya Habib Rizieq di Facebook dan IG, tak ada hubungannya sama rezim," kata Abu Janda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris

Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 10:39 WIB

Izin FPI Masih Digantung, Kemendagri: Kalau Mudarat, Kami Tak Biarkan Hidup

Izin FPI Masih Digantung, Kemendagri: Kalau Mudarat, Kami Tak Biarkan Hidup

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 17:05 WIB

Abu Janda Ngaku Jadi Perisak, Sandiaga Uno Beri Tanggapan Santai

Abu Janda Ngaku Jadi Perisak, Sandiaga Uno Beri Tanggapan Santai

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 14:45 WIB

PSI: Indeks Kebebasan Berkeyakinan Turun karena Anies dan FPI

PSI: Indeks Kebebasan Berkeyakinan Turun karena Anies dan FPI

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 06:00 WIB

Polemik Perizinan FPI, JK: Pemerintah Tidak Bisa Diskriminasi

Polemik Perizinan FPI, JK: Pemerintah Tidak Bisa Diskriminasi

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 13:40 WIB

FPI Dicurigai Anti Pancasila, PKS Kutip Omongan Habib Rizieq

FPI Dicurigai Anti Pancasila, PKS Kutip Omongan Habib Rizieq

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 13:18 WIB

Terkini

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

Prabowo Singgung PAN Bokek di HUT ke-28: Acara Megah, Utang Belum Lunas

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Review Film Just Play Dead: Trik Skenario Kematian Palsu yang Penuh Rahasia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:00 WIB

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Hanya Berjarak 15 Km dari Rumah, Lansia di Jombang Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 10:58 WIB

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Sembunyi di Bekas Gudang, Pria di Bandar Lampung Ditangkap Usai Cabuli Anak di Bawah Todongan Pisau

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 10:49 WIB

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:45 WIB

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Bromo Tutup Akibat Karhutla, Kemenpar Klaim Minat Kunjungan Wisatawan Tidak Menurun

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 10:42 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 10:41 WIB

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

Danny Setiawan Meninggal Dunia, Eks Gubernur Jabar yang Dikenal Dedi Mulyadi sebagai 'Ahli Kebaikan'

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:40 WIB

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Berita Buruk Bukan Sekadar Kabar: Di Balik Layar Ada Orang yang Menderita

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 10:30 WIB

×