Diduga Terima Uang Jaringan Narkoba, Presiden Honduras Didesak Mundur

Bangun Santoso

Rabu, 07 Agustus 2019 | 09:16 WIB
Diduga Terima Uang Jaringan Narkoba, Presiden Honduras Didesak Mundur
Ribuan warga Honduras menuntut pengunduran diri Presiden Juan Orlando Hernandez, Selasa (6/8/2019). (AFP)

Suara.com - Ribuan pemrotes turun ke jalan di Ibu Kota Honduras, Tegucigalpa, Selasa (6/8) untuk mendesak Presiden Juan Orlando Hernandez mundur, cuma beberapa hari setelah ia dipaksa membantah menerima uang dari gerombolan narkoba.

Hernandez diduga menerima uang dari gerombolan narkoba untuk menang dalam pemilihan umum pada 2013.

Setidaknya tiga tempat bisnis di kota tersebut terbakar setelah protes berubah rusuh, kata beberapa pejabat, sebagaimana dilaporkan Reuters yang dilansir Antara, Rabu (7/8).

Polisi anti-huru-hara bentrok dengan demonstran saat berusaha membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata dan semprotan air.

"Narco harus pergi, JOH harus pergi!" demikian teriakan pemrotes, yang menggunakan singkatan nama presiden, saat mereka berpawai melalui bagian tengah Tegucigalpa menuju Kongres.

Satu dokumen pengadilan disiarkan pada penghujung pekan lalu. Di dalam dokumen tersebut jaksa AS menduga upaya Hernandez untuk jadi presiden pada 2013 sebagian telah didanai oleh uang dari penyelundup narkoba.

Dokumen itu, yang diajukan ke pengadilan Distrik AS Selatan, New York, mengatakan kampanye Hernandez menerima 1,5 juta dolar AS dari "proses narkoba" yang digunakan untuk menyuap para pejabat sebagai imbalan bagi perlindungan dan penuntasan pekerjaan umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cedera Lawan Honduras, Pelatih Brasil Ungkap Kondisi Arthur

Cedera Lawan Honduras, Pelatih Brasil Ungkap Kondisi Arthur

Bola | Senin, 10 Juni 2019 | 16:44 WIB

Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Sabu, Polres Metro Jakbar Buru Satu DPO

Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Sabu, Polres Metro Jakbar Buru Satu DPO

News | Kamis, 25 April 2019 | 20:02 WIB

Terlibat Kartel Narkoba, Oknum Polisi di NTB Dituntut 13 Tahun Penjara

Terlibat Kartel Narkoba, Oknum Polisi di NTB Dituntut 13 Tahun Penjara

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 07:20 WIB

Salam Tempel, Kode Transaksi Narkoba Jaringan Vokalis Band Zivilia

Salam Tempel, Kode Transaksi Narkoba Jaringan Vokalis Band Zivilia

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Zul Zivilia Terlibat Jaringan Narkotika

Polisi Sebut Zul Zivilia Terlibat Jaringan Narkotika

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 10:49 WIB

Terkini

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:14 WIB

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

×