Bentrok di Al Aqsa, Israel Tembaki Warga Palestina saat Idul Adha

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 12 Agustus 2019 | 10:46 WIB
Bentrok di Al Aqsa, Israel Tembaki Warga Palestina saat Idul Adha
Warga Muslim Yordania salat di depan penjagaan Masjid al-Aqsa yang ditutup. [AFP]

Suara.com - Polisi Israel menembakkan gas air mata, peluru karet, dan granat untuk membersihkan jemaah Palestina dari kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Seperti dikutip SUARA.com dari laman situs Al Jazeera, ribuan warga Palestina saat itu berkumpul di masjid untuk hari pertama perayaan Idul Adha, Minggu (11/8/2019).

Hari itu bertepatan dengan hari libur Yahudi Tisha B'Av. Di hari itu, biasanya terjadi peningkatan pengunjung Yahudi ke situs suci.

Sejumlah besar warga Palestina telah berkumpul di gerbang kompleks setelah laporan bahwa polisi hanya mengizinkan pengunjung Yahudi untuk memasuki situs.

Menghadapi blokade polisi di kompleks situs tersebut, warga Palestina berteriak lantang: "Dengan jiwa dan darah kami, kami akan menebus Anda, Aqsa."

The Red Crescent melaporkan 61 orang Palestina terluka, 15 di antaranya dibawa ke rumah sakit.

Orang Yahudi dilarang berdoa di kompleks itu di bawah pengaturan lama antara Israel dan otoritas Muslim.

Dalam beberapa tahun terakhir, nasionalis agama Israel telah meningkatkan kunjungan ke situs tersebut untuk menentang pengaturan itu.

Sementara Palestina memandangnya sebagai sebuah provokasi dan takut Israel bermaksud mengambil alih situs tersebut.

baca juga

Israel memandang semua Yerusalem sebagai ibu kota kesatuannya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Masjid Al-Aqsa, destinasi wisata muslim favorit di Timur Tengah. (Rafa Lintas Cakrawala)
Masjid Al-Aqsa, destinasi wisata muslim favorit di Timur Tengah. (Rafa Lintas Cakrawala)

Dilansir dari East Jerusalem, Harry Fawcett dari Al Jazeera mengatakan ketegangan di situs itu meningkat untuk beberapa waktu.

"Gerbang itu dibuka, tetapi tidak ada non-Muslim yang diizinkan masuk. Ada kebuntuan besar ini dan kemudian kami melihat pasukan keamanan bergerak untuk membersihkan kebuntuan itu," kata Fawcett.

"Saat itulah kami melihat polisi menggunakan peluru karet, gas air mata dan granat suara."

Fawcett mengatakan, "ada gerakan politik besar dari sayap kanan dalam politik Israel untuk mendapatkan lebih banyak akses ke daerah itu, dan berpotensi untuk berdoa di sana di masa depan. Itulah yang ada di balik ketegangan," kata Fawcett.

'Ini masjid kami'

Setelah relatif tenang kembali dan mengikuti kritik dari politisi sayap kanan Israel, polisi kemudian membuka situs untuk kunjungan Yahudi, memicu bentrokan lebih lanjut.

"Ini masjid kami, ini Idul Adha kami," kata Assisa Abu Sneineh, 32 tahun, menambahkan ia ada di sana ketika bentrokan meletus.

"Tiba-tiba [pasukan keamanan] tiba dan mulai memukul dan menembakkan granat suara."

Sekitar 1.300 orang Yahudi mengunjungi situs tersebut pada hari Minggu, menurut organisasi Wakaf Muslim, yang mengelola kompleks suci tersebut.

Ali Abunimah, salah satu pendiri Electronic Intifada, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ketegangan bisa dicegah oleh Israel dengan tidak mengizinkan, 'ekstremis agama yang terkait dengan apa yang disebut Gerakan Kuil' pergi ke Al-Aqsa pada hari ketika orang-orang Palestina merayakan Idul Adha.

Abunimah menambahkan bahwa pada hari libur Yahudi, Israel memberlakukan penutupan total pada Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza, melarang jutaan warga Palestina untuk pindah, memasuki Yerusalem atau mengunjungi situs suci mereka, "yang seharusnya untuk melindungi orang Yahudi selama liburan keagamaan".

"Tetapi pada Idul Adha, Israel telah melakukan yang sebaliknya yaitu membiarkan ekstrimis agama pergi ke Al-Aqsa dengan tujuan memprovokasi umat Islam dan saya pikir itu harus sangat jelas karena ini bukan hanya penyembah Yahudi yang saleh yang ingin pergi dan berdoa di situs suci," kata Abunimah.

"Ini adalah provokasi terorganisir dari Gerakan Kuil, yang didanai oleh pemerintah Israel, dan yang secara eksplisit menyatakan tujuannya adalah penghancuran masjid Al Aqsa dan penggantiannya dengan kuil Yahudi."

'Tindakan agresi'

Jordan, penjaga situs itu dan satu dari hanya dua negara Arab dengan perjanjian damai dengan Israel, mengutuk "pelanggaran terus menerus" Israel di sana.

Hanan Ashrawi, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menuduh Israel memprovokasi ketegangan agama dan politik.

"Penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh pasukan pendudukan Israel pagi ini adalah tindakan kecerobohan dan agresi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kompleks ini terletak di bagian dari Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dalam suatu langkah yang belum mendapat pengakuan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diam-diam, Israel Bawa Ribuan Ekor Beruang Air ke Bulan

Diam-diam, Israel Bawa Ribuan Ekor Beruang Air ke Bulan

Tekno | Selasa, 06 Agustus 2019 | 18:36 WIB

Timpuk Mobil Israel, Balita Palestina Usia 4 Tahun Nangis saat Ditangkap

Timpuk Mobil Israel, Balita Palestina Usia 4 Tahun Nangis saat Ditangkap

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 18:49 WIB

Naik Pesawat, Pria Yahudi Ultra-Ortodoks Pilih Terbungkus Plastik

Naik Pesawat, Pria Yahudi Ultra-Ortodoks Pilih Terbungkus Plastik

News | Sabtu, 27 Juli 2019 | 09:48 WIB

Sekjen PLO Kutuk Rencana Israel Bongkar 10 Rumah di Jerusalem

Sekjen PLO Kutuk Rencana Israel Bongkar 10 Rumah di Jerusalem

News | Senin, 22 Juli 2019 | 14:08 WIB

Siprus Tahan Belasan Pemuda Israel Terkait Kasus Pemerkosaan

Siprus Tahan Belasan Pemuda Israel Terkait Kasus Pemerkosaan

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 08:35 WIB

Arkeolog Temukan Masjid Tua dari Era Kedatangan Islam di Israel

Arkeolog Temukan Masjid Tua dari Era Kedatangan Islam di Israel

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 07:56 WIB

Terkini

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Amanda Rigby Umur Berapa? Disebut-sebut Akan Segera Dinikahi Andre Taulany

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:21 WIB

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Dewa United Dorong Taisei Marukawa Jadi WNI, Punya Modal untuk Perkuat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Kalau Namanya Makan Bergizi Gratis, Mana Jaminan Gizinya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:20 WIB

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB

3 Sheet Mask Terbaik untuk Mencerahkan Wajah dan Bikin Glowing Maksimal

3 Sheet Mask Terbaik untuk Mencerahkan Wajah dan Bikin Glowing Maksimal

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:12 WIB

Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?

Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:10 WIB

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

×