Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 15 September 2026 | 14:10 WIB
Bukan Sekadar Hama, Rayap Ternyata Berperan dalam Siklus Karbon: Bagaimana Caranya?
Ilustrasi rayap. Sumber: Istock.com

Suara.com - Selama ini rayap kerap dianggap ham yang merusak rumah dan bangunan. Padahal, jenis rayap pemakan kayu di permukiman itu hanya mewakili kurang dari 4 persen dari seluruh spesies rayap di dunia. Sebagian besar spesies lainnya justru memegang peran penting dalam ekosistem alami, terutama di kawasan tropis, karena membantu mengurai kayu mati dari pepohonan.

Sebuah studi internasional dari University of Miami dan University of Michigan (2022) menemukan bahwa rayap punya kontribusi besar terhadap siklus karbon global. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science ini juga mengungkap rayap sangat sensitif terhadap suhu dan curah hujan, sehingga peran mereka dalam proses pembusukan kayu diperkirakan akan meluas ke luar wilayah tropis seiring pemanasan global.

"Dengan suhu yang terus menghangat, dampak rayap terhadap planet ini bisa sangat besar," kata pemimpin studi Amy Zanne, profesor biologi di University of Miami, seperti dikutip dari laman resmi University of Michigan News.

Menurut peneliti dari University of Michigan, Aimée Classen, riset ini menjadi salah satu yang pertama menghubungkan pergerakan spesies akibat perubahan iklim dengan dampaknya terhadap proses ekosistem dan siklus karbon.

"Kami tahu spesies-spesies bergerak akibat pemanasan dan perubahan curah hujan, tapi kami belum banyak tahu apa arti pergerakan itu bagi ekosistem dan umpan balik karbon," ujar Classen, yang juga menjabat direktur University of Michigan Biological Station.

Lebih dari 100 peneliti dari berbagai negara terlibat dalam studi ini. Mereka memasang eksperimen serupa di lebih dari 130 lokasi di enam benua untuk mengamati bagaimana suhu dan curah hujan memengaruhi penemuan serta laju pembusukan balok kayu oleh bakteri, jamur, dan rayap. Hasilnya, area dengan aktivitas rayap tinggi diperkirakan akan meluas seiring bumi menjadi lebih panas dan kering.

"Rayap memberi dampak terbesar di ekosistem seperti sabana tropis, hutan musiman, dan gurun subtropis," kata Zanne. Ia menambahkan, ekosistem semacam itu selama ini kerap kurang mendapat perhatian dalam perhitungan anggaran karbon global.

Peneliti dari Universidad de Buenos Aires, Amy Austin, yang turut berkolaborasi dalam studi ini, menilai cakupan penelitian yang meluas hingga wilayah kering dan panas memberi wawasan baru soal peran rayap dalam siklus karbon.

Studi ini juga mencatat perbedaan penting antara rayap dan mikroba pengurai kayu lainnya. Jika mikroba membutuhkan kelembapan untuk tumbuh dan mencerna kayu, rayap justru bisa tetap aktif mencari makan meski kondisi kering, lalu membawa kayu tersebut kembali ke sarang atau bahkan memindahkan koloninya langsung ke dalam kayu yang mereka konsumsi.

baca juga

Proses pembusukan kayu oleh rayap turut melepaskan karbon ke atmosfer dalam bentuk metana dan karbon dioksida, dua gas rumah kaca utama. Zanne mengingatkan, selama ini peran rayap dalam pelepasan karbon global kerap terlewat dari perhitungan ilmiah, sehingga berpotensi memengaruhi proyeksi dampak perubahan iklim ke depan.

"Mikroba memang berperan penting secara global dalam pembusukan kayu, tapi peran rayap dalam proses ini selama ini banyak diabaikan," kata Zanne. "Artinya, kita belum memperhitungkan dampak besar yang bisa ditimbulkan serangga ini terhadap siklus karbon di masa depan seiring perubahan iklim."

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Konstruksi Mulai Geser ke Material Rendah Karbon

Industri Konstruksi Mulai Geser ke Material Rendah Karbon

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:20 WIB

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:24 WIB

Saat Mikroalga dari Kawah Gunung Jadi Alternatif Penyerap Karbon, Bagaimana Caranya?

Saat Mikroalga dari Kawah Gunung Jadi Alternatif Penyerap Karbon, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

Asap Karhutla Disebut Meluas hingga ke Vietnam, Kemenhut Cek Asal Sumbernya

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:08 WIB

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

×