Hari Ini, Jemaah Syatariah di Tanah Datar Gelar Salat Iduladha

Chandra Iswinarno Suara.Com
Senin, 12 Agustus 2019 | 13:50 WIB
Hari Ini, Jemaah Syatariah di Tanah Datar Gelar Salat Iduladha
Jemaah Syatariah di Tanah Datar, Sumatera Barat gelar Salat Idul Adha pada Senin (12/8/2019). [Antara]

Suara.com - Jika mayoritas melaksanakan Salat Id Tahun 1440 Hijriah pada Minggu (11/8/2019), sesuai dengan yang ditentukan kementerian agama.

Namun, Jemaah tarekat Syatariah di Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat baru melaksanakan Salat Iduladha 1440 Hijriah pada Senin (12/8/2019) atau sehari setelah yang ditetapkan pemerintah.

Imam tarekat Syatariah Tanah Datar Khatik Sulaiman didampingi Khatik Makudun di Batusangkar, Senin, mengatakan jemaah Syatariah menetapkan awal 10 Zulhijjah dengan melihat bulan atau hilal yang dilakukan dengan mata telanjang.

Sebelum menentukan waktu pengamatan hilal tersebut, para ulama dan jamaah tarekat Syatariyah terlebih dahulu melakukan hisab atau menghitung hari. Berdasarkan hitungan hari oleh jamaah Syatariah pada tahun ini awal bulan jatuh pada Minggu, dan 10 Zulhijjah jatuh pada Selasa. Namun karena kuasa Tuhan, kenyataannya awal bulan jatuh pada hari Jumat.

"Maka berdasarkan kesepakatan bersama, jika bulan sudah terlihat makan hisab boleh dibatalkan," katanya seperti dilansir Antara pada Senin (12/8/2019).

Khusus warga Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan memiliki dua aliran tarekat yang berbeda, yakni tarekat Naqsabandiyah dan Syatariah. Aliran itu diyakini sudah turun temurun sejak Islam masuk ke daerah itu.

Untuk aliran Syatariah memiliki perbedaan pada khutbah baik Jumat maupun hari raya dengan menggunakan Bahasa Arab. Kendati memiliki perbedaan dalam amalan, tidak pernah terjadi pertikaian dan perpecahan di tengah masyarakat.

Pada Minggu (11/8/2019) sebagian warga di Jorong Sikaladi sudah melaksanakan Salat Iduladha, namun aliran Syatariah baru hari ini melaksanakannya.

"Namun kalau pemotongan hewan kurban dilakukan secara bersama tanpa melihat alirannya, biasanya pemotongan kurban dilakukan pada hari terakhir yang menyelesaikan salat," ujarnya.

Baca Juga: Hari Ini, Jamaah Tarikat Satariyah akan Tentukan Awal Puasa

Sementara, Wali Nagari Pariangan April Khatib Saidi mengatakan pada awalnya di Nagari Pariangan terdiri dari empat aliran, yakni aliran Syatariah, aliran Naqsabandiyah, dan aliran Samaniah, dan Qamariah.

"Namun hanya aliran Syatariah dan Naqsabandiyah memiliki penerus, dan masih lestari hingga saat ini," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI