Universitas Pattimura Diancam Dibom, Tulisan Ancaman dari ISIS

Reza Gunadha Suara.Com
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:38 WIB
Universitas Pattimura Diancam Dibom, Tulisan Ancaman dari ISIS
Ilustrasi surat ancaman ISIS.

Suara.com - Civitas academica Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, digegerkan dengan tulisan ancaman bom di gedung kampus Fakulas Ekonomi. Pada tulisan ancaman tersebut juga tertulis ISIS sebagai penanggung jawab.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku kekinian melakukan pengusutan terhadap oknum pelaku, yang diduga memasang tulisan ancaman teror bom tersebut.

"Penyelidikan ini mulai dilakukan sejak Rabu (14/8) kemarin setelah ditemukannya sebuah tulisan tangan bernada ancaman bom di dalam ruang tunggu Fakultas Ekonomi sekitar pukul 09.25 WIT," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat di Ambon, seperti diberitakan Antara, Kamis (15/8/2/019).

Tulisan bernada teror bom yang ditempelkan pada dinding sebelah kiri ruang tunggu Fakultas Ekonomi ini menggunakan tulisan tangan berwarna hitam yang isinya adalah: Kami Anggota Teroris Mengancam Akan Bom Universitas Pattimura dan Semuanya, ISIS.

Menurut dia, penyidik Dit Reskrimsus telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menginterogasi sejumlah saksi, di antaranya Rasul Lakadimu (34) yang merupakan petugas kebersihan dan orang yang pertama kali menemukan tulisan tersebut.

Selain itu ada Sandro Tetelepta (30) petugas keamanan Unpatti, serta Dekan FE Unpatti Profesor DR Earli Leiwakabessy.

Saksi Rasul Lakadimu yang merupakan petugas kebersihan dan honorer FE Unpatti menerangkan, pada Rabu tanggal 14 Agustus 2019 sekitar pukul 07.15 WIT, dirinya membuka pintu gerbang ruangan dekan.

Ketika dibuka, dia langsung bisa melihat tulisan ancaman teror bom yang berada di dinding sebelah kiri lorong ruang tunggu dekat tangga lantai satu.

Ketika melihat tulisan tersebut, dirinya langsung memberitahukan kepada petugas keamanan Unpati.

Baca Juga: Gara-gara Ingin Kencani Pramugari, Pria Serbia Tebar Ancaman Bom di Pesawat

Sehari sebelumnya, di lantai dua ruangan FE Unpatti, berlangsung kegiatan pemilihan Dewan Mahasiswa dari pukul 15.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT.

Setengah jam kemudian, saksi Rasul Lakadimu langsung menutup pagar ruangan kemudian kembali ke rumah.

Kemudian saksi Sandro Tetelepta menjelaskan, Rabu (14/8) sekitar pukul 07.18 WIT menerima informasi dari Rasul Lakadimu bahwa telah ditemukan tulisan bernada teror dan langsung dicek oleh Satpam Unpatti ini.

Namun pada saat pergantian piket, yang bersangkutan lupa atau tidak menginformasikan tulisan bernada ancaman teror bom kepada piket keamanan yang baru.

Polisi juga mendapatkan keterangan dari Dekan FE Unpatti Ambon Prof DR Earli Leiwakabessy bahwa sejak Selasa (13/8) sekitar pukul 15.00 WIT berlangsung pemilihan dewan mahasiswa dari pukul 15.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT.

Dalam kegiatan tersebut terdapat empat kandidat dan yang terpilih hanya tiga orang, di antaranya Adolf Larwafu sebagai ketua dewan mahasiswa, sekretaris Jansen Atuany, dan bendaharanya adalah Bagas Tuankota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI