Lukas Enembe: Jalan Trans Papua Bukan untuk Orang Papua

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 11:09 WIB
Lukas Enembe: Jalan Trans Papua Bukan untuk Orang Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe. [Antara]

Suara.com - Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengklaim rakyatnya tidak pernah menggunakan Jalan Trans Papua yang dibangun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebab, imbuh Lukas, orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan. Pernyataan itu dilontarkan Lukas dalam acara Mata Najwa Trans 7 dengan tema 'Nyala Papua' yang ditayangkan Rabu (21/8/2019).

Najwa Shihab pun bertanya terkait pendekatan infrastruktur yang dilakukan pemerintah terhadap Papua kepada Lukas Enembe.

"Soal pendekatan infrastruktur, contohnya, itu belum menjawab persoalan?" ujar Najwa Shihab.

Lukas Enembe mengatakan jalan Trans Papua itu bukan untuk orang Papua. Mereka pun tidak pernah melewati jalan yang dibangun.

Sebab, imbuh Lukas Enembe, orang Papua tidak memiliki apa-apa. Mereka membutuhkan kehidupan, bukan pembangunan.

"Itu bukan untuk orang Papua. Orang Papua tidak pernah lewat jalan yang dibangun. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka butuh kehidupan," kata Lukas Enembe.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Federasi Kontras, Andy Irfan Junaedi, mempertanyakan peruntukan proyek infrastruktur pemerintah di Papua, seperti Jalan Trans Papua yang digagas Jokowi.

"Coba ditanya itu ke teman-teman Papua, apakah mereka membutuhkan jalan Trans Papua? Siapa yang butuh orang Indonesia atau orang Papua kah?" ujar Andy Irfan Junaedi.

baca juga

Andy tidak menampik bahwa pembangunan itu memang perlu. Tapi, imbuhnya, bagaimana implementasi dari rencana pembangunan tersebut mengedepankan kemanusiaan.

"Jakarta (pemerintah pusat) belum melihat dengan pendekatan itu. Papua memiliki lingkar kekerasan yang panjang. Papua punya cerita yang berbeda dibanding provinsi lain. Kalau melihat Papua dengan provinsi lain, kita akan terjebak dengan cerita yang sama," ujar Andy Irfan,

Pun Andy Irfan mengatakan bahwa human development index (HDI) terkait hasil pembangunan menunjukkan HDI orang asli Papua rendah.

Hasil ini berbanding terbalik dengan HDI orang non-Papua. Kata Andy Irfan, HDI mereka yang datang ke Papua justruk melonjak.

"Artinya siapa yang bisa menikmati triliunan rupiah dari dana otonomi khusus? Bukan orang Papua. Itu fakta," ujar Andy Irfan.

Lukas Enembe pun berkomentar menyambut pernyataan Andy Irfan. "Orang Papua butuh kehidupan, bukan pembangunan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Marak Coretan Papua Merdeka di Solo, FX Hadi: Aparat Harus Cari Pelakunya!

Marak Coretan Papua Merdeka di Solo, FX Hadi: Aparat Harus Cari Pelakunya!

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 10:56 WIB

Lewat Petisi, Jokowi Diminta Hidupkan Lagi Internet Papua dan Papua Barat

Lewat Petisi, Jokowi Diminta Hidupkan Lagi Internet Papua dan Papua Barat

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 10:49 WIB

Filep Karma: Hanya Gus Dur yang Paling Memahami Rakyat Papua

Filep Karma: Hanya Gus Dur yang Paling Memahami Rakyat Papua

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 09:37 WIB

Soal Trans Papua, Lukas Enembe: Kami Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

Soal Trans Papua, Lukas Enembe: Kami Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 09:11 WIB

YLBHI: 33 Pelanggaran HAM Timpa Mahasiswa Papua, Paling Banyak di Surabaya

YLBHI: 33 Pelanggaran HAM Timpa Mahasiswa Papua, Paling Banyak di Surabaya

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:33 WIB

Berita Sport Populer: Gregoria Terhenti, Jari Petarung Cantik Nyaris Putus

Berita Sport Populer: Gregoria Terhenti, Jari Petarung Cantik Nyaris Putus

Sport | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 08:05 WIB

Terkini

Sabet 2 Piala, NCT 127 Raih Posisi Pertama di Music Core Lewat Lagu Blingy

Sabet 2 Piala, NCT 127 Raih Posisi Pertama di Music Core Lewat Lagu Blingy

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:36 WIB

Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia

Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:35 WIB

Abu Vulkanik Cukup Tebal Sampai ke Cianjur, CFD Sepi dan Kendaraan Tertutup Debu

Abu Vulkanik Cukup Tebal Sampai ke Cianjur, CFD Sepi dan Kendaraan Tertutup Debu

News | Minggu, 06 September 2026 | 11:35 WIB

Negara Rawan Bencana: Mitigasi Terabaikan, Dana Penanggulangan Dipangkas

Negara Rawan Bencana: Mitigasi Terabaikan, Dana Penanggulangan Dipangkas

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:33 WIB

ChipsetXring O3 XiaomiTembus 5,22 Juta Poin AnTuTu, PenentangSnapdragon dan Dimensity?

ChipsetXring O3 XiaomiTembus 5,22 Juta Poin AnTuTu, PenentangSnapdragon dan Dimensity?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:28 WIB

Promo Tiket Bioskop CGV dari BRI, Berlaku Selama September!

Promo Tiket Bioskop CGV dari BRI, Berlaku Selama September!

Bri | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

Bagaimana Cara Mengatasi Bibir yang Terasa Panas atau Menyengat setelah Memakai Lip Plumper?

Bagaimana Cara Mengatasi Bibir yang Terasa Panas atau Menyengat setelah Memakai Lip Plumper?

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

Kembali ke Akar! Lisa BLACKPINK Rilis "SaWaDiKa" dan Gebrak Bangkok di MV Barunya

Kembali ke Akar! Lisa BLACKPINK Rilis "SaWaDiKa" dan Gebrak Bangkok di MV Barunya

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 11:15 WIB

9 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau

9 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Dampak Erupsi Anak Krakatau

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 11:09 WIB

Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

Status Siaga, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km dari Kawah Aktif Gunung Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 11:05 WIB

×