Ini Alasan Pansel KPK Tunjuk Luhut Pangaribuan Jadi Panelis 20 Capim KPK

Dwi Bowo Raharjo, Welly Hidayat

Senin, 26 Agustus 2019 | 15:08 WIB
Ini Alasan Pansel KPK Tunjuk Luhut Pangaribuan Jadi Panelis 20 Capim KPK
Sembilan anggota panitia seleksi calon pimpinan KPK. [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Panitia Seleksi (Pansel) KPK telah memilih dua panelis dalam uji publik terhadap 20 calon pimpinan KPK jilid V periode 2019-2023. Pemilihan keduanya karena dinilai memiliki wawasan keilmuwan yang cukup mumpuni.

Dua panelis yang sudah dipilih Pansel KPK yakni Meutia Gani pakar, Sosiologi sekaligus peneliti korupsi dari universitas Indonesia. Kemudian Luhut Pangaribuan seorang pakar hukum dan juga pengacara senior.

"Kami pandang keilmuannya dan kami menitikberatkan misalnya, Meutia Gani Rochman, pada persoalan ditataran sosial, pak Luhut lebih sebagai ahli hukum, misalnya itu lah akademisi, ahli hukum maupun praktisi hukum," kata anggota Pansel KPK Hendardi di RSPAD, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Hendardi menuturkan, pihaknya tidak mempersoalkan salah satu panelis yang nantinya akan menuji 20 capim KPK merupakan pengacara dari tersangka Korupsi mantan Dirut PT. Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Ia hanya menyebut Luhut memiliki pengetahuan hukum yang cukup lengkap.

"Dia cukup lengkap sebagai akademisi dan juga praktisi, itu pertimbangan kami. Jadi jangan semua dikait-kaitkan, nanti kami enggak bisa ambil, kami harus ambil malaikat kalau semua tidak boleh, ini tidak boleh itu," tutup Hendardi.

Untuk diketahui, tes uji publik 20 Capim KPK yang akan diselenggarakan di Gedung Sekretariat Negara (Sekneg), Jakarta Pusat, akan dimulai pada tanggal 27, 28, 29 Agustus 2019.

Yenti menyebut masing-masing capim KPK akan memiliki waktu 1.5 jam dibagi dalam dua wawancara. Itu dibagi dua, wawancara dari pansel dan uji publik dari panelis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Pangaribuan, Pengacara Tersangka Korupsi Jadi Panelis 20 Capim KPK

Luhut Pangaribuan, Pengacara Tersangka Korupsi Jadi Panelis 20 Capim KPK

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 11:47 WIB

Sekjen PPP Arsul Sani: Lucu, Pansel KPK Dituding Punya Kepentingan

Sekjen PPP Arsul Sani: Lucu, Pansel KPK Dituding Punya Kepentingan

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 11:40 WIB

Pansel KPK Tes Wawancara dan Uji Publik 20 Capim Besok

Pansel KPK Tes Wawancara dan Uji Publik 20 Capim Besok

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 10:45 WIB

Hasil Tes Kesehatan 20 Calon Pimpinan KPK Diumumkan Sore Ini

Hasil Tes Kesehatan 20 Calon Pimpinan KPK Diumumkan Sore Ini

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 10:10 WIB

Sore ini Pansel Umumkan 20 Nama Capim KPK yang Lolos Tes Profile Assessment

Sore ini Pansel Umumkan 20 Nama Capim KPK yang Lolos Tes Profile Assessment

News | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 09:43 WIB

Komisi III DPR Harapkan Pimpinan KPK Baru Mewakili Unsur Penegak Hukum

Komisi III DPR Harapkan Pimpinan KPK Baru Mewakili Unsur Penegak Hukum

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 21:03 WIB

Terkini

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB