Peneliti: Apakah Pemindahan Ibu Kota Masalah Prioritas untuk Indonesia?

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Selasa, 27 Agustus 2019 | 22:10 WIB
Peneliti: Apakah Pemindahan Ibu Kota Masalah Prioritas untuk Indonesia?
Peneliti dan pendiri Sekolah Ekonomi Demokrasi (SED), Hendro Sangkoyo alias Yoyok. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Peneliti dan pendiri Sekolah Ekonomi Demokrasi (SED), Hendro Sangkoyo alias Yoyok, mengatakan dasar rencana pemerintah terkait pemindahan ibu kota masih terlalu dini.

Yoyok menilai pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur bukan prioritas utama yang harus menjadi perhatian pemerintah Jokowi.

Menurut Yoyok, masih banyak persoalan lain yang mestinya menjadi fokus perhatian dari pemerintah ketimbang merencanakan pemindahan ibu kota. Misalnya, persoalan ekonomi dan ekologis.

"Apakah ini masalah prioritas nomor satu untuk bangsa Indonesia?. Masalah (bangsa Indonesia) banyak sekali gitu ya, dan saya kira kita mesti menaruhnya di dalam konteks itu. Jadi enggak sibuk dengan pindah atau tidak pindah atau kenapa sekarang, segala macam saya kira itu persoalan sekunder," kata Yoyok saat ditemui di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Yoyok menganggap istilah pemindahan ibu kota seakan-akan telah menjadi tren. Padahal rencana pemindahan ibu kota dinilai bukanlah hal yang dianggap harus segera diwujudkan.

"Sebetulnya urgensi terpenting untuk pengurus publik, jadi hajat hidup orang banyak sosial demand itu apa? Kerusakan lingkungan itu skalanya tidak main-main, Kalimantan dalam tempo 40 tahun dari 1972 sampai 2010 sepertiga luas daratannya dinyatakan bangkrut sebagai ekosistem," ungkapnya.

"Ini prioritas apa enggak? Bukan karena Jakarta udah jelek lalu pindah. Indonesia dong, ini kan pemerintah pusat," imbuhnya.

Lebih lanjut, jika alasan pemerintah memindahkan ibu kota lantaran DKI Jakarta dinilai terlalu terbebani itu sah saja. Hanya, kata dia, apakah hal itu menjadi prioritas utama bagi bangsa Indonesia atau tidak.

"Ya itu betul bisa saja, tetapi itu apakah persoalan primer prioritas nomor satu apa enggak? Itu poin saya," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati: Jangan Ulang Kesalahan Jakarta di Ibu Kota Baru

Megawati: Jangan Ulang Kesalahan Jakarta di Ibu Kota Baru

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:28 WIB

Ibu Kota Dipindah ke Kaltim, Begini Kekhawatiran Amel Carla

Ibu Kota Dipindah ke Kaltim, Begini Kekhawatiran Amel Carla

Entertainment | Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:30 WIB

Menkominfo Akan Sulap Ibu Kota Baru Jadi i-City

Menkominfo Akan Sulap Ibu Kota Baru Jadi i-City

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:07 WIB

Yogyakarta dan Sejarah Pemindahan Ibu Kota Negara yang Senyap

Yogyakarta dan Sejarah Pemindahan Ibu Kota Negara yang Senyap

Jogja | Selasa, 27 Agustus 2019 | 19:44 WIB

Video Lawas Ahok Tolak Ibu Kota Dipindah Viral Lagi, Ini Isinya

Video Lawas Ahok Tolak Ibu Kota Dipindah Viral Lagi, Ini Isinya

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 19:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×