Disebut Mengintervensi, PKS Tolak 2 Nama Cawagub dari Arief Poyuono

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 12:50 WIB
Disebut Mengintervensi, PKS Tolak 2 Nama Cawagub dari Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono. (suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak wacana dua nama baru Calon Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta dari Wakil Ketua Umum Parta Gerindra, Arief Poyuono. Arief dianggap PKS mengintervensi proses pemilihan pengganti Sandiaga Uno itu.

Anggota DPRD DKI Fraksi PKS Nasrullah mengatakan masih mencalonkan dua nama Cawagub yang sampai saat ini sudah sampai ke Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub DPRD DKI, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Ia menyatakan jatah Wagub sudah menjadi milik PKS sebagai partai pengusung pemenang di Pilkada 2017 lalu.

"PKS belum cabut dua orang itu (Agung dan Syaikhu) dan itu sudah masuk ke pansus. Ini namanya intervensi," kata Nasrullah saat dikonfirmasi Jumat, (30/8/2019).

Karena itu Nasrullah mengatakan PKS menolak wacana dari Arief tersebut. Terlebih ini dilakukan tanpa komunikasi kepada pihaknya yang menjadikan adanya pelanggaran etika politik.

"Ya (menolak). Enggak bisa dong harus komunikasi dulu," kata Nasrullah.

Dua nama yang diwacanakan Arief adalah mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan. Dua nama itu diajukan dengan alasan peningkatan keamanan di Jakarta.

Alasan tersebut menurut Nasrullah tidak bisa benarkan. Pasalnya, semua keputusan strategis soal keamanan berada di tangan Gubernur dan Wagub hanya membantu saja.

"Menurut saya sih namanya Wagub itu kan dia membackup semua kebijakan kan semuanya di Gubernur. Semuanya lari ke gubernur mengenai keamanan ketertiban ke Gubernur," kata dia.

Setelah proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta molor selama satu tahun, Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono mewacanakan dua nama pengganti Sandiaga Uno itu. Sementara itu, menganggap usulan tersebut diperbolehkan.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta Partai Gerindra, Syarief mengatakan usulan itu tidak perlu dipermasalahkan. Namun, wacana tersebut dikatakan Syarief sampai saat ini belum mengubah dua nama calon Wagub DKI yang masih berproses, yakni Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu.

"Sebagai wacana, pendapat pribadi ya kita hormati kita hargai, namanya juga pendapat. Tapi saluran untuk menyampaikan itu hanya dengan dua partai pengusung yang saat ini dua nama yang diajukan PKS belum berubah," ujar Syarief saat dikonfirmasi Kamis (29/8/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arief Poyuono Usulkan Komjen Iriawan Jadi Wagub, Gerindra DKI: Boleh Saja

Arief Poyuono Usulkan Komjen Iriawan Jadi Wagub, Gerindra DKI: Boleh Saja

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:24 WIB

Mau Main Berdua, Anies Berharap Anggota DPRD Jakarta Baru Cepat Pilih Wagub

Mau Main Berdua, Anies Berharap Anggota DPRD Jakarta Baru Cepat Pilih Wagub

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:03 WIB

Wagub DKI Masih Kosong, PKS: Ada yang Halangi Kami Dampingi Anies

Wagub DKI Masih Kosong, PKS: Ada yang Halangi Kami Dampingi Anies

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 18:25 WIB

PKS Tak Pandai Melobi, Pemilihan Wagub DKI Bakal Diserahkan ke DPRD Baru?

PKS Tak Pandai Melobi, Pemilihan Wagub DKI Bakal Diserahkan ke DPRD Baru?

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 15:33 WIB

Diisukan Jadi Calon Wagub DKI, Keponakan Prabowo Akan Bicarakan ke Keluarga

Diisukan Jadi Calon Wagub DKI, Keponakan Prabowo Akan Bicarakan ke Keluarga

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:41 WIB

Proses Lamban, Ketua DPRD: Saya Tidak Punya Kepentingan di Pemilihan Wagub

Proses Lamban, Ketua DPRD: Saya Tidak Punya Kepentingan di Pemilihan Wagub

News | Senin, 22 Juli 2019 | 20:39 WIB

Rapat soal Wagub Tak Kuorum, Nasdem: Mungkin Grade Kandidat Kurang Bagus

Rapat soal Wagub Tak Kuorum, Nasdem: Mungkin Grade Kandidat Kurang Bagus

News | Senin, 22 Juli 2019 | 14:08 WIB

Terkini

Prabowo Saksikan 10 MoU RIKorea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis

Prabowo Saksikan 10 MoU RIKorea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis

News | Rabu, 01 April 2026 | 17:16 WIB

Akhirnya Israel Khianati AS, Stok Rudal Tomahawk Makin Sedikit

Akhirnya Israel Khianati AS, Stok Rudal Tomahawk Makin Sedikit

News | Rabu, 01 April 2026 | 17:14 WIB

WFH ASN Setiap Jumat, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Jadi Ajang 'Long Weekend'

WFH ASN Setiap Jumat, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Jadi Ajang 'Long Weekend'

News | Rabu, 01 April 2026 | 17:13 WIB

Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal

Amsal Sitepu Divonis Bebas, Anggota DPR Desak Jaksa Diberi Sanksi Akibat Dakwaan Gagal

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:59 WIB

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

Jakarta 'Dikepung' Sampah, Pramono Anung: Sebentar Lagi Terselesaikan

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:54 WIB

Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum

Surat Keterangan Pendidikan Gibran Digugat, Subhan Palal Sebut Tidak Sah dan Harus Batal Demi Hukum

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:51 WIB

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

Israel Tolak Ikut Invasi Darat ke Iran, Kemarahan Publik AS Meledak

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:42 WIB

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

'Sudah Sampai di Situ', Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Lagi Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:38 WIB

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:31 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa yang akan Dilakukan Pemerintah Indonesia?

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:19 WIB