Merasa Dihina, Driver Gojek Ancam Demo Berjilid-jilid Kedubes Malaysia

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 03 September 2019 | 13:49 WIB
Merasa Dihina, Driver Gojek Ancam Demo Berjilid-jilid Kedubes Malaysia
Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)

Suara.com - Ratusan tukang ojek online dari Gojek tak mau maafkan Shamsubahrin Ismail, pengusaha Malaysia pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services. Shamsubahrin Ismail sebelumnya menghina Indonesia sebagai negara miskin karena banyak ojek online.

Salah satu orator demo Gojek itu, Edi menjelaskan jika Shamsubahrin Ismail harus langsung datang ke Indonesia untuk minta maaf. Jika tidak mereka akan melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia sampai berjilid-jilid.

Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)
Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)

"Kami akan memaafkan Shamsubahrin Ismail jika meminta maaf secara langsung. Kami akan menunggu hingga batas waktu yang ditentukan oleh pihak kedutaan walau pun harus kembali besok," kata Edi di Kedubes Malaysia.

Sebelumnya, Shamsubahrin Ismail menolak kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) Malaysia Syed Saddiq yang memberikan izin kepada Gojek untuk beroperasi di Malaysia. Ia menganggap Gojek tidak bisa menjamin kehidupan pemuda Malaysia. Ia lantas membandingkan budaya Indonesia dan Malaysia hingga terlontar kata-kata Indonesia miskin.

Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)
Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)

Tersinggung dengan pernyataan itu, ratusan tukang ojek online pun demo. Mereka berdemo di depan Kedubes Malaysia sejak pukul 09.00 WIB tadi. Kini demo masih berlanjut.

Lewat aksi demo tersebut para driver Gojek menuntuk agar Samsul Bahri meminta maaf secara langsung kepada para driver Gojek.

Dalam demonstrasi, ratusan tukang ojek online Gojek itu membawa poster dan mengenakan atribut Gojek.

Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)
Demonstrasi Driver Gojek di Kedubes Malaysia. (Suara.com/Shifa Audia)

"Kami ngojek karena sudah terlanjur kaya," tulis salah satu poster yang dibawa mereka.

Akibat aksi demonstrasi itu, ruas Jalan Rasuna Said menuju Menteng macet parah. Sebab para tukang ojek online itu memarkirkan motornya di pinggir jalan. Banyak juga pedagang kali lima dadakan di sana. (Shifa Audia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Driver Tak Rasakan Dampak Tarif Ojek Online Naik

Driver Tak Rasakan Dampak Tarif Ojek Online Naik

News | Selasa, 03 September 2019 | 13:21 WIB

Modus Baru! Tertipu saat Order Ojek Online, Ibu Ini Rugi Rp10 Juta

Modus Baru! Tertipu saat Order Ojek Online, Ibu Ini Rugi Rp10 Juta

News | Selasa, 03 September 2019 | 13:40 WIB

Driver Gojek Demo Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said Macet Parah

Driver Gojek Demo Kedubes Malaysia, Jalan Rasuna Said Macet Parah

News | Selasa, 03 September 2019 | 12:38 WIB

Sah! Ini Daftar Tarif Ojek Online Baru 2019

Sah! Ini Daftar Tarif Ojek Online Baru 2019

Bisnis | Senin, 02 September 2019 | 17:47 WIB

Tarif Baru Ojol Diterapkan Hari Ini, Driver Keluhkan Sepi Penumpang

Tarif Baru Ojol Diterapkan Hari Ini, Driver Keluhkan Sepi Penumpang

Bisnis | Senin, 02 September 2019 | 15:47 WIB

Terkini

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:22 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:12 WIB

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:09 WIB

Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021

Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:07 WIB