Jaringan ISIS Dituding Terlibat Rusuh di Papua, PKS: Intelijen Kemana?

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Minggu, 08 September 2019 | 06:42 WIB
Jaringan ISIS Dituding Terlibat Rusuh di Papua, PKS: Intelijen Kemana?
Massa pengunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Papua di Jayapura. (Antara).

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil meminta Polri untuk membuktikan adanya keterlibatan Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS yang disebut dengan terkait kelompok di Papua.

"Buktikan saja, jadi jaringan siapa, mana dan berapa lama mereka sudah bercokol di sana," ujar Nasir di D'Consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019).

Pernyataan Nasir menyusul pernyataan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo yang menyebut jaringan separatis ISIS di Papua dan Papua Barat telah terdeteksi Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak 2 tahun silam, atau pada tahun 2017.

Ia pun heran intelijen negara bisa lengah keberadaan ISIS di Papua dan Papua Barat. Pasalnya, kata Nasir, seharusnya intelijen bisa dengan mudah mengenali siapa-siapa yang berafiliasi dengan ISIS.

"Kenapa kemudian intelijen lengah ISIS ada di sana? Padahal kan ISIS itu mudah didapat orangnya, ciri-cirinya dan sebagainya," ucap Nasir.

Ia pun berharap agar pemerintah menyampaikan fakta-fakta terkait kerusuhan di Papua dan Papua secara terang benderang.

"Jadi harapan kami ya sampaikan secara terang benderang terkait dengan itu dan jangan sampai kemudian ada hal-hal berkembang tidak seperti yang di lapangan," tandasnya.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo menyebut jaringan separatis ISIS di Papua dan Papua Barat telah terdeteksi Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak 2 tahun silam, atau pada tahun 2017.

Meski demikian, Dedi mengatakan jaringan ISIS tersebut baru aktif di Papua dan Papua Barat 1 tahun belakangan ini. Satu terduga teroris jaringan ISIS di Papua dan Papua Barat kata Dedi, telah dibekuk oleh Tim Densus 88 Antiteror tahun lalu.

baca juga

Dedi mengatakan terduga teroris tersebut dibekuk ketika ingin melakukan aksi amaliah di Polres Manokwari, Papua Barat.

"Dia aktifnya kurang lebih satu tahun belakangan ini. Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh Densus 88 upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari, tapi berhasil diamankan," kata Dedi di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Jaringan ISIS tersebut, kata Dedi, tersebar di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat. Contohnya seperti di Jayapura, Wamena dan Fakfak. Adapun, target dari mereka menurut Dedi yakni aparat kepolisian.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menyebut adanya indikasi keterlibatan ISIS di balik kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Ryamizard mengatakan setidaknya ada tiga kelompok yang diduga menjadi dalang di balik kerusuhan di Papua.

"Pertama kelompok pemberontak bersenjata. Kedua, kelompok pemberontak politik. Ketiga, kelompok pemberontak klandestin,” katanya.

”Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua. Kini ketiga kelompok itu sudah bersatu," ujar Ryamizard di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/9).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Dalami Keterlibatan ISIS di Balik Kerusuhan di Papua

Polri Dalami Keterlibatan ISIS di Balik Kerusuhan di Papua

Video | Jum'at, 06 September 2019 | 15:54 WIB

Jaringan ISIS Papua Terdeteksi 2 Tahun Lalu, Polri: Aktifnya Baru Setahun

Jaringan ISIS Papua Terdeteksi 2 Tahun Lalu, Polri: Aktifnya Baru Setahun

News | Jum'at, 06 September 2019 | 15:37 WIB

Polri Telisik Keterlibatan ISIS di Papua dari Teror Bom Polres Manokwari

Polri Telisik Keterlibatan ISIS di Papua dari Teror Bom Polres Manokwari

News | Jum'at, 06 September 2019 | 15:06 WIB

Menhan Sebut Kelompok di Papua Terafiliasasi ISIS, Komisi I: Itu Dugaan

Menhan Sebut Kelompok di Papua Terafiliasasi ISIS, Komisi I: Itu Dugaan

News | Kamis, 05 September 2019 | 22:24 WIB

Menhan: Ada ISIS dan West Papua Army di Kelompok Pemberontak Papua

Menhan: Ada ISIS dan West Papua Army di Kelompok Pemberontak Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 18:10 WIB

Ditanya Soal Benny Wenda, Moeldoko: Kalau Dikomentari Nanti Makin Besar

Ditanya Soal Benny Wenda, Moeldoko: Kalau Dikomentari Nanti Makin Besar

News | Kamis, 05 September 2019 | 10:01 WIB

Bule Australia Dideportasi Terkait Unjuk Rasa di Papua

Bule Australia Dideportasi Terkait Unjuk Rasa di Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 07:49 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×