Ada Massa Tandingan, Aksi Pemakaman KPK Sempat Dihentikan Polisi

Selasa, 17 September 2019 | 20:57 WIB
Ada Massa Tandingan, Aksi Pemakaman KPK Sempat Dihentikan Polisi
Puluhan pegawai KPK yang tergabung dalam Wadah Pegawai bersama para aktivis antikorupsi menggelar malam renungan bertajuk "Pemakaman KPK" di lobi depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019). (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Aksi puluhan pegawai KPK yang tergabung dalam Wadah Pegawai bersama para aktivis antikorupsi di lobi depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019) sempat dihentikan pihak kepolisian. Sebab diluar gedung KPK sudah ada massa tandingan yang ingin membubarkan aksi WP KPK malam ini.

Berdasarkan pantauan Suara.com sekitar pukul 19.45 WIB, saat WP KPK memutar lagu Gugur Bunga di akhir aksi, tiba-tiba terjadi keributan di lokasi operator sound dan polisi minta lagu tersebut dimatikan.

Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Tumpak Simangunsong sempat bersitegang dengan massa aksi karena meminta aksi dihentikan.

"Yang massa di sini kan harus diam, nah masa di sana (dalam gedung) KPK biar diam iya. biar enggak bentrok," kata AKBP Tumpak Simangunsong kepada wartawan.

Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Tumpak Simangunsong. (Suara.com/Tyo)
Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Tumpak Simangunsong. (Suara.com/Tyo)

Permintaan Kapolsek itu langsung ditolak massa aksi dengan menyanyikan lagu "Tugasmu Mengayomi, Pak Polisi Jangan Ikut Aksi Kami".

Setelah kejadian itu, massa aksi Pemakaman KPK langsung menutup aksi dan membubarkan diri, beberapa dari mereka masih melayani wawancara dengan wartawan.

Sementara di jalan depan Gedung KPK, puluhan massa dari pendukung pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru tiba-tiba mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019) malam.

Aksi yang diikuti puluhan massa yang mengenakan popok dan bercat putih di badanya meminta aksi Wadah Pegawai KPK yang menggelar Pemakaman KPK di lobi KPK dibubarkan karena sudah melewati aturan waktu penyampaian pendapat di muka umum.

Baca Juga: Jadi Ketua KPK, Kompolnas: Firli Tak Harus Pensiun Dini dari Polri

Segerombolan orang yang mengaku sebagai pendukung pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi, tiba-tiba mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019) malam. [Suara.com/Stephanus Aranditio]
Segerombolan orang yang mengaku sebagai pendukung pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi, tiba-tiba mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019) malam. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

"Kami meminta polisi untuk fair, kalau kami harus bubar ya mereka juga harus bubar, sudah jam 6 lewat ini, tidak sesuai aturan," kata salah satu orang massa aksi di depan Gedung KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI