KPK Periksa 4 Saksi Kasus Suap Distribusi Gula PTPN III

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Senin, 23 September 2019 | 11:55 WIB
KPK Periksa 4 Saksi Kasus Suap Distribusi Gula PTPN III
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa Kepala Divisi Pemasaran Direktorat Pemasaran PT. Perkebunan Nusantara III Holding, Arief Budiman dalam kasus suap distribusi gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero).

Selain, Arief, KPK turut memanggil Sekretaris Direktur Pemasaran PT PN III Holding, Adinda Anjarsari.

"Keduanya kami periksa dalam kapasitas saksi untuk teraangka PNO ( pemilik PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyoto Setiadi )," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (23/9/2019).

Kemudian penyidik turut memanggil saksi lainnya yakni, Direktur PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), Edward Samantha dan eks Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ,M. Syarkawi Rauf. Mereka turut diperiksa sebagai sakai untuk tersangka Pieko Nyoto.

Sebelumnya, KPK turut menetapkan tersangka Direktur utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) PTPN III Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana.

Dalam suap distribusi gula, Dolly meminta bantuan Kadek untuk menerima suap sebesar 345 ribu Dolar Singapura dari Pieko Nyoto Setiadi (PNS) pemilik PT Fajar Mulia Transindo dan perusahaan lain yang bergerak di bidang distribusi gula.

"Uang senilai 345 ribu dolar Singapura diduga merupakan fee terkait dengan distribusi gula yang termasuk ruang lingkup pekerjaan PTPN III (Persero)," kata Laode.

Laode menjelaskan, awal tahun 2019 perusahaan Pieko ditunjuk PTPN III untuk melakukan impor gula secara rutin setiap bulan.

Dalam penetapan harga gula tersebut, Pieko dan ASB selaku Ketua Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) melakukan pertemuan bersama Dolly pada 31 Aguatus 2019 di Hotel Shangrila.

baca juga

Pada pertemuan tersebut Dolly meminta uang kepada Pieko melalui ASB. Pieko pun kemudian memerintahkan orang kepercayaannya bernama Ramlin mengambil uang di money changer dan menyerahkannya kepada Corry Luca, pegawai PT KPBN anak usaha PTPN III di Kantor PTPN, Jakarta, pada Senin (2/9/2019).

"CLU (Corry Luca) mengantarkan uang 345 ribu dolar Singapura kepada ke IKL (I Kadek Kertha Laksana) di Kantor KPBN," papar Syarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunggu Demo Mahasiswa, Pasukan Brimob Sudah Bersiap di DPR

Tunggu Demo Mahasiswa, Pasukan Brimob Sudah Bersiap di DPR

News | Senin, 23 September 2019 | 11:45 WIB

Kasus Aspri Imam Nahrawi, KPK Periksa Eks Sesmenpora Alfitra Salamm

Kasus Aspri Imam Nahrawi, KPK Periksa Eks Sesmenpora Alfitra Salamm

News | Senin, 23 September 2019 | 11:35 WIB

FPI Bantah Ikut Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK di Gedung DPR

FPI Bantah Ikut Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK di Gedung DPR

News | Senin, 23 September 2019 | 10:30 WIB

Aksi Mahasiswa Jogja Tolak RUU Bermasalah, #GejayanMemanggil Bergema

Aksi Mahasiswa Jogja Tolak RUU Bermasalah, #GejayanMemanggil Bergema

Jogja | Senin, 23 September 2019 | 08:46 WIB

Diserang Hacker, Situs Kemendagri Tuliskan RIP KPK dan Maki-maki Pemimpin

Diserang Hacker, Situs Kemendagri Tuliskan RIP KPK dan Maki-maki Pemimpin

News | Minggu, 22 September 2019 | 19:18 WIB

Demo di Bogor, Viral Video Polisi Pukuli Pengunjuk Rasa

Demo di Bogor, Viral Video Polisi Pukuli Pengunjuk Rasa

News | Minggu, 22 September 2019 | 18:34 WIB

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Adik Kandung Bela Mati-matian

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Adik Kandung Bela Mati-matian

News | Minggu, 22 September 2019 | 15:31 WIB

Terkini

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

×