Mahasiswa Korban Bentrok DPR Dirawat di Posko Medis Stasiun Palmerah

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 24 September 2019 | 19:18 WIB
Mahasiswa Korban Bentrok DPR Dirawat di Posko Medis Stasiun Palmerah
Petugas medis Stasiun Palmerah membantu mahasiswa yang terkapar karena kehabisan oksigen setelah terkena gas air mata saat berdemo di DPR RI, Selasa (24/9/2019). [Antara/Laily Rahmawaty]

Suara.com - Stasiun Palmerah, Jakarta, menyiagakan posko medis darurat membantu mahasiswa yang kekurangan oksigen setelah terkena gas air mata usai berdemo di gedung DPR RI, Selasa (24/9/2019).

Pantauan di Stasiun Palmerah sekitar pukul 17.00 WIB, sebanyak lima orang mengalami lemas dan mengeluhkan sesak napas dan pusing saat masuk ke stasiun.

Petugas Stasiun dan tim medis membantu mengevakuasi kelima mahasiswa tersebut ke posko darurat yang ada di pintu masuk stasiun.

Posko tersebut dibuat situasional untuk menampung mahasiswa yang kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.

Jumlah mahasiswa terus bertambah dari lima orang menjadi 10 dan kini sudah ada sekitar 15 orang mendapatkan pertolongan pertama.

Para mahasiswa yang mengalami kekurangan oksigen berasal dari sejumlah kamus seperti STEMIK Bani Saleh Bekasi, STIKES Bani Saleh Bekasi, ISIP Jakarta dan Politeknik APP Jakarta.

David Arifin, Asisten manajer kesehatan pelayanan penumpang PT KCI mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiagakan tim medis di tiga stasisun.

"Kami siagakan di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, dan Gondangdia," kata David.

Tim kesehatan terdiri petugas medis berjumlah tiga orang dan dibantu petugas KCI lainnya.

Menurut dia situasi seperti ini sudah terbaca sehingga sudah diantisipasi, seperti pengalaman saat aksi 212.

"Memang sudah kami antisipasi karena ada demo mahasiswa ini kami siapkan posko medis," kata David.

David menyebutkan, para mahasiswa mengalami kelelahan dan kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.

Petugas memeriksa kondisi kesehatan mahasiswa mengukur kadar oksigen di dalam tubuh menggunakan alat ukur otomatis, mahasiswa dibantu diberi oksigen tambahan, dan obat maag.

Selain mengeluhkan sesak napas, pusing dan mual, ada juga mahasiswa yang diberi infus karena maag.

Hingga berita ini diunggah, sejumlah mahasiswa sudah berangsur pulih kondisinya, salah satu mahasiswa yang tadi terbaring mendapat infus juga sudah mulai bisa duduk lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mempan Ditembak Gas Air Mata, 2 Water Canon Dikerahkan Semprot Pendemo

Tak Mempan Ditembak Gas Air Mata, 2 Water Canon Dikerahkan Semprot Pendemo

News | Selasa, 24 September 2019 | 19:16 WIB

Makin Chaos! Setelah Robohkan Gerbang DPR, Mahasiswa Hancurkan Pos Pamdal

Makin Chaos! Setelah Robohkan Gerbang DPR, Mahasiswa Hancurkan Pos Pamdal

News | Selasa, 24 September 2019 | 19:04 WIB

Aksi Mahasiswa di Gedung DPR, Rektor UI Sampaikan Imbauan Ini

Aksi Mahasiswa di Gedung DPR, Rektor UI Sampaikan Imbauan Ini

Jabar | Selasa, 24 September 2019 | 18:58 WIB

Lawan Gas Air Mata, Mahasiswa Tantang Polisi dengan Kata-kata Makian

Lawan Gas Air Mata, Mahasiswa Tantang Polisi dengan Kata-kata Makian

News | Selasa, 24 September 2019 | 18:56 WIB

Gerbang Gedung DPR Akhirnya Roboh, Mahasiswa Tantang Polisi Menembak

Gerbang Gedung DPR Akhirnya Roboh, Mahasiswa Tantang Polisi Menembak

News | Selasa, 24 September 2019 | 18:55 WIB

Bentrok Seusai Magrib, Mahasiswa Dihujani Gas Air Mata di Belakang DPR

Bentrok Seusai Magrib, Mahasiswa Dihujani Gas Air Mata di Belakang DPR

News | Selasa, 24 September 2019 | 18:41 WIB

Terkini

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB