Kerusuhan Pecah Lagi, Massa di Dekat Senayan Menolak Dibubarkan Polisi

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 24 September 2019 | 22:26 WIB
Kerusuhan Pecah Lagi, Massa di Dekat Senayan Menolak Dibubarkan Polisi
Massa melawan karena menolak diusur polisi di sekitar Senayan, Jakarta. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Kerusuhan imbas aksi di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kembali pecah. Kali ini di ruas jalan Gatot Soebroto atau depan pintu 8 Gelora Bung Karno (GBK), tepatnya di seberang pintu masuk Hotel Sultan. Massa melawan karena menolak diusur polisi.

Awalnya, kepolisian meminta agar massa yang didominasi mahasiswa dari berbagai universitas ini menolak untuk dibubarkan. Mereka masih melayangkan protes karena kepolisian dianggap telah melakukan kekerasan.

Namun sekitar 20 menit kepolisian melakukan negosiasi dengan massa aksi, massa menolak untuk pulang. Akhirnya kepolisian yang dipimpin oleh Kapolres Jakarta Pusat, Harry Kurniawan, mengarahkan pasukan anti huru hara untuk membubarkan massa.

"Kami ingatkan, kalau tidak bubar kami akan kerahkan PHH," kata Harry di lokasi, Selasa (24/9/2019).

Kepolisian terlihat menembakan gas air mata ke arah kerumunan. Massa langsung berlarian ke jalan arah Bendungan Hilir.

Setelah massa beralarian, polisi masih menembaki massa yang masih belum mau bubar. Setelah selesai menembaki massa, kepolisian menarik diri ke jalan tol dalam kota.

Namun massa kembali lagi dan melempar dengan batu dan benda lain. Jalan Gatot Soebroto arah Pancoran terlihat mulai kembali dibuka.

Setelah itu pihak kepolisian kembali melanjutkan penyisiran ke arah gedung DPR RI.

baca juga

Beberapa personil kepolisian mulai menyisir wilayah tol dalam kota. Mereka meminta agar massa aksi di gedung DPR RI yang masih bertahan segera pulang.

Polisi minta mahasiswa yang masih bertahan di sekitar Senayan untuk pulang. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Polisi minta mahasiswa yang masih bertahan di sekitar Senayan untuk pulang. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Pantauan suara.com sekitar pukul 21.15 WIB, kepolisian datang dari arah Pancoran ke arah Grogol. Pasukan anti huru-hara berpakaian lengkap dengan tameng dan gas air mata ikut mengawal.

Selain itu dikerahkan beberapa kendaraan kepolisian seperti mobil pengurai massa dan water cannon. Mereka juga menyampaikan imbauan agar massa segera pulang.

"Ayo adik-adik waktunya pulang. Sudah ya sudah," kata salah satu polisi menggunakan pengeras suara di lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Penyisiran di Senayan, Polisi: Ayo Adik-adik Waktunya Pulang

Lakukan Penyisiran di Senayan, Polisi: Ayo Adik-adik Waktunya Pulang

News | Selasa, 24 September 2019 | 21:50 WIB

Masih Bertahan di Depan Hotel Sultan, Mahasiswa Siap Balik Lagi ke DPR

Masih Bertahan di Depan Hotel Sultan, Mahasiswa Siap Balik Lagi ke DPR

News | Selasa, 24 September 2019 | 21:30 WIB

Polisi Terus Menembakan Gas Air Mata ke Mahasiswa di Dekat Stasiun Palmerah

Polisi Terus Menembakan Gas Air Mata ke Mahasiswa di Dekat Stasiun Palmerah

Video | Selasa, 24 September 2019 | 21:27 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×