alexametrics

Jokowi Bakal Memangkas Banyak Aturan yang Menghambat dan Berbelit-belit

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Bakal Memangkas Banyak Aturan yang Menghambat dan Berbelit-belit
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Ummi Saleh)

Kepala Negara meminta reformasi pemerataan kualitas pendidikan yang sudah disusun selama 5 tahun bisa dilanjutkan.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menyusun sebuah pondasi untuk arah pembangunan nasional selama lima tahun agar lebih tangguh, produktif, dan lebih merata. Jokowi mengatakan pemerintah telah melakukan reformasi di bidang fiskal.

"Kita juga telah melakukan reformasi di bidang fiskal, sehingga APBN kita menjadi semakin sehat dan semakin Mandiri," ujar Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna Evaluasi Pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan Persiapan Implementasi APBN Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Selain itu, Jokowi menyebut pemerintah telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris, bukan Jawa sentris dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur.

Ia pun berharap, lima tahun kedepan pemerintah akan melakukan reformasi struktural dengan memangkas aturan yang dianggap berbelit dan dapat menghambat investasi.

Baca Juga: Relawan Jokowi Diculik Orang Tak Dikenal saat Foto Korban Demo 30 September

"Lalu kita juga telah memulai reformasi struktural tetapi memang belum besar-besaran. Sehingga kita harapkan nanti di 5 tahun ke depan, kita akan melakukan reformasi struktural ini secara besar-besaran dalam rangka meningkatkan daya saing, memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit yang kita punyai saat ini," kata dia.

Menurut Jokowi, reformasi pada program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama kepada masyarakat 40 persen terbawah sudah dilakukan.

Lebih lanjut, ia menyebut dalam lima tahun penguatan di bidang monitoring, di bidang pengendalian, eksekusinya di lapangan juga telah dilakukan dengan baik dan perencanaan dalam implementasi.

"Dalam eksekusi, saya melihat banyak hal yang telah berjalan karena itu kehandalan proses eksekusi efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJMN tahun 2020-2024," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar persiapan implementasi APBN 2020 perlu menjadi perhatian bersama, yakni fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

Baca Juga: Puan Maharani Jadi Ketua DPR, Gaji dan Tunjangannya Melebihi Jokowi

"Untuk persiapan implementasi APBN tahun depan 2020 ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa 2020 program tahun pertama pada periode pembangunan RPJMN 2020 2024 yang kita fokuskan kepada pembangunan SDM pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran tanpa meninggalkan pembangunan infrastruktur yang telah kita mulai 5 tahun yang lalu," jelas Jokowi.

Komentar