Sindir Perhutani, Jokowi: Jangan Sampai Kolonial Dari Kolonial

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:53 WIB
Sindir Perhutani, Jokowi: Jangan Sampai Kolonial Dari Kolonial
Perwakilan Masyarakat Perhutanan Sosial diterima Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (10/10/2019). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Perwakilan Masyarakat Perhutanan Sosial di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (10/10/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi meminta Perum Perhutani tidak mempersulit masyarakat yang mendapatkan pemanfaatan lahan perhutanan sosial. Sebab, kata Jokowi, masih ada keluhan dari masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan lahan walau sudah mendapat surat keputusan (SK).

"Saya bicara apa adanya. Perhutanan sosial ini ada yang sudah banyak menerima manfaat tapi ada yang sudah dikasih SK namun di bawah belum jalan. Benar," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Menurut Jokowi, penyebabnya karena tidak terkoordinasinya antara pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Perhutanan dengan Perum Perhutani.

"Karena belum sambungnya antara KLHK dan Perhutani. Tapi yang di bawah, ada beberapa SK yang dikembalikan langsung ke tangan saya. Saya pas ke daerah, pak, ini SK-nya enggak bisa jalan di lapangan," katanya.

"Ya memang itu lah, kadang-kadang persoalan-persoalan besar negara kita yang segede ini. Perhutanan sosial yang telah diberikan kepada masyarakat bukan hanya sehektare dua hektare," sambungnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebut dari data yang ada hingga 1 Oktober 2019, pemanfaatan perhutanan sosial di Pulau Jawa sampai 25 ribu hektare. Sedangkan untuk program perlindungan kemitraan telah diberikan yaitu sekitar 150 hektare.

"Saya mau cek saja. Program ini harus jalan terus. Karena target kita bukan angka yang kecil. Tadi disampaikan 12,7 juta (hektare), karena ini sudah dibuat peta indikatif perhutanan sosial 12,7 juta hektare, bukan angka yang kecil, angka yang gede banget. Tetapi untuk melaksanakan hal seperti ini dan peraktik di lapangannya tidak segampang itu," kata dia.

"Di bawah juga ada birokrasi kita, Perhutani, yang ada yang bisa terima, ada yang tidak bisa terima," katanya.

baca juga

Tak hanya itu, Jokowi mengaku memahami persoalan yang terjadi terkait pemberian penguasaan lahan kepada masyarakat. Bahkan, ia menyindir pihak-pihak yang terganggu karena sudah menikmati program tersebut.

"Saya ngerti, saya tiap hari ke desa, saya tiap hari ke bawah, ya tahu. Dan merasa terganggu karena kenyamanan sudah lama dinikmati. Saya mau selesaikan nanti khusus Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertahanan, dan Perhutani, harus selesai ini, harus selesai," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan kepada Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna bahwa zaman telah berubah. Ia tak ingin Perum Perhutani menggunakan cara lama memimpin Perhutani.

"Dirutnya mungkin tidak, tapi di bawahnya diselesaikan. Jangan sampai Perhutani masa lebih kolonial dari kolonial. Saya merasakan kok. Saya merasakan itu. Kan sudah bicara bapak ibu sekalian waktu ke bawah. Saya merasakan itu, suara itu, saya dengar, jangan dipikir enggak tahu enggak dengar, saya dengar," ucap Jokowi.

Karena itu, Jokowi akan berdialog dengan Dirut Perum Perhutani untuk menyelesaikan permasalahan tersebut

"Saya mau bicara dengan pak dirut plus jajarannya. Karena di bawah yang saya lihat berbeda dengan yang kita bicarakan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tahun Jokowi, 13 Kawasan Ekonomi Khusus Ini Belum Digarap Maksimal

5 Tahun Jokowi, 13 Kawasan Ekonomi Khusus Ini Belum Digarap Maksimal

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:27 WIB

Kelompok Tani Gelar Aksi di Depan Istana, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin

Kelompok Tani Gelar Aksi di Depan Istana, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:24 WIB

Perhutani Akui Pesisir Selatan Jatim Sangat Rawan Pembalakan Liar

Perhutani Akui Pesisir Selatan Jatim Sangat Rawan Pembalakan Liar

Bisnis | Minggu, 31 Januari 2016 | 23:20 WIB

Perhutani Targetkan Pendapatan Tahun 2016 Rp6 Triliun

Perhutani Targetkan Pendapatan Tahun 2016 Rp6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 November 2015 | 16:42 WIB

Terkini

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

Sehari Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan, Listyo Sigit Prabowo Pegang Obat Flu dan Batuk

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

5 Krim Malam untuk Flek Hitam pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 21:05 WIB

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 21:00 WIB

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

Baru Ditetapkan Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Langsung Ditahan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:59 WIB

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

Eks Kepala BNN Sebut Dugaan Makar Listyo Sigit Prabowo Cs: Prestasi Terburuk Sejarah Polri!

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:54 WIB

×