Muak Perang yang Brutal, Mereka Kembali ke Ajaran Kuno Zoroaster

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 27 Oktober 2019 | 15:16 WIB
Muak Perang yang Brutal, Mereka Kembali ke Ajaran Kuno Zoroaster
Ilustrasi

Namun, beberapa ilmuwan ada juga yang menganggap dia telah hidup jauh lebih lama. Agama ini telah menarik banyak ilmuwan modern untuk menelitinya.

Konsep ajarannya adalah monoteisme dengan tuhan pencipta semesta yang disebut Ahura Mazd, atau dewa bijaksana. Konsep ini berbeda dengan ajaran tradisional Persia yang lebih kuno lagi yang kebanyakan berupa politeisme.

Ahura Mazd dikelilingi oleh enam atau tujuh entitas yang dalam kitab suci Avesta disebut spentas, atau kurang lebih berarti "makhluk abadi yang dermawan."

"Selama pemerintahan Saddam Hussein, ayah saya mempraktikkan Zoroastrianisme tetapi merahasiakannya dari negara, tetangga dan kerabat kami," kata Awat Tayib, perempuan yang menjadi perwakilan kepercayaan ini di kementerian urusan agama pemerintah daerah setempat.

Pada 2014, para militan ISIS menduduki sejumlah wilayah di Irak utara dan kemungkinan melakukan genosida terhadap minoritas Yazidi.

Para ekstremis ini memaksakan versi hukum Islam yang penuh kekerasan dan memicu perang selama tiga tahun. Setelah kalah perang, anggota ISIS kemudian kocar-kacir dan meninggalkan wilayah itu dalam kehancuran.

"Banyak yang berpikir bahwa nilai-nilai yang dibawa ISIS sangat aneh, kontras dengan nilai-nilai dan tradisi Kurdi. Hal ini membuat beberapa orang memutuskan untuk meninggalkan iman mereka," kata imam besar Qadrok, seraya menambahkan bahwa ia melakukan upacara setiap minggu untuk menyambut para pengikut baru.

Agama ini baru mendapat pengakuan resmi oleh otoritas regional pada tahun 2015. Sejak itu, tiga kuil baru telah diresmikan, tetapi Tayib mengatakan belum ada kuburan untuk pengikut agama ini. Bagi sebagian orang di wilayah otonom ini, beralih ke Zoroastrianisme adalah cara mereka untuk menegaskan identitas regional yang berbeda dari mayoritas orang di Baghdad.

Tayib yang merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi perwakilan agama di pemerintahan otonom, mengatakan masyarakat Kurdi menjadi lebih toleran terhadap Zoroaster.

Perlu identitas sendiri

JURNALIS AFP menemani imam besar dan asistennya untuk mendatangi ibadah salat Jumat agama Islam yang diselenggarakan untuk mengutuk serangan militer Turki ke bagian-bagian Kurdi di Suriah bagian utara.

Ketika orang-orang beragama Zoroaster ini tiba, orang-orang Muslim menyambut mereka dan meminta untuk berswafoto dengan mereka. Islam sejauh ini masih menjadi agama utama di Kurdistan, Irak, dan tidak ada angka resmi terkait jumlah pengikut Zoroaster.

"Orang-orang Zoroaster adalah saudara kita, bukan musuh kita: musuh kita adalah orang-orang yang membunuh kita, seperti (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan," kata ulama Islam Mullah Saman sambil menyambut para pengikut Zoroaster.

Azad Saeed Mohammad, kepala Yasna, sebuah organisasi yang mempromosikan ajaran Zoroaster di Kurdistan, mengatakan bahwa Kurdi "perlu memiliki agama sendiri seperti bangsa-bangsa lain di Timur Tengah untuk menyelamatkan diri dari agresi dan penyerbu."

"Kita perlu menggunakan agama kuno kita untuk menghidupkan kembali identitas dan membangun bangsa," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi

Presiden Turki Ancam Eropa, Akan Kirim 3,6 Juta Pengungsi

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:23 WIB

Polisi Irak Tembaki Pendemo Rusuh, Korban Tewas Lebih dari 100 Orang

Polisi Irak Tembaki Pendemo Rusuh, Korban Tewas Lebih dari 100 Orang

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 05:32 WIB

Korban Tewas Aksi Demonstrasi di Irak Tembus 100 Orang

Korban Tewas Aksi Demonstrasi di Irak Tembus 100 Orang

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 10:31 WIB

Dilanda Demo Berujung Rusuh, Irak Berlakukan Larangan Keluar Rumah

Dilanda Demo Berujung Rusuh, Irak Berlakukan Larangan Keluar Rumah

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:02 WIB

Kuburan Massal Warga Kurdi Korban Pembantaian Saddam Husein Ditemukan

Kuburan Massal Warga Kurdi Korban Pembantaian Saddam Husein Ditemukan

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 16:10 WIB

Istana Berusia Ribuan Tahun Ditemukan Pasca Surutnya Sungai Tigris

Istana Berusia Ribuan Tahun Ditemukan Pasca Surutnya Sungai Tigris

Lifestyle | Kamis, 18 Juli 2019 | 16:03 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB