Buntut Larangan Siswi Berjilbab di Sekolah, PBB Singgung Toleransi

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 08 November 2019 | 16:45 WIB
Buntut Larangan Siswi Berjilbab di Sekolah, PBB Singgung Toleransi
Ilustrasi wanita berjilbab. (Pixabay)

Suara.com - Pelarangan pemaikan jilbab oleh dua siswi di Malawi, Afrika Timur hingga berujung bentrok antarumat agama, mendapat perhatian serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebelumnya, Gereja Anglikan yang mengelola Sekolah Dasar M'manga di selatan Kota Balaka, melarang para siswi menggunakan penutup kepala di dalam kelas karena dianggap melanggar seragam yang telah disepakati.

Dilaporkan media lokal The Daily Times, orang-orang gereja mengambil jilbab dua siswi saat keduanya berangkat ke sekolah, Senin (5/11/2019)

Buntut dari tindakan tersebut, terjadi perselisihan yang melibatkan warga Muslim dan Kristen.

Mereka saling menyerang hingga merusak sekolah, toko-toko dan rumah milik pastor M'manga. Setidaknya ada dua orang terluka parah dalam betrokan yang terjadi.

Menanggapi insiden tersebut, Koordinator PBB di Malawi, Maria Jose Torres menyerukan kepada warga akan pentingnya toleransi.

Populasi Malawi nyatanya didominasi oleh 18 juta orang Kristen. Namun pemerintah setempat menjamin kebebasan berekspresi dan beragama penduduknya.

Torres meminta warga untuk menghormati kepercayaan satu sama lain dan melakukan dialog untuk menyelesaikan perbedaan.

Ia mengatakan, "Hak atas kebebasan berekspresi dan beragama adalah hak dasar yang menjamin martabat manusia dan demokrasi fungsional".

baca juga

Pun soal larangan memakai jilbab di sekolah dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) dan bertentangan dengan standar pendidikan internasional.

Selain itu, tindakan tersebut justru membuat anak perempuan terancam.

"Tindakan semacam itu membuat anak perempuan enggan bersekolah, menyangkal mereka memiliki hak untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat," kata Torres, seperti dikutip dari ABC.

Untuk menghindari insiden serupa, Torres pun mendesak pihak berwenang untuk memastikan para warganya bisa menjalankan keyakinan dengan baik tanpa diskriminasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Sebelum Era Agama Samawi, Jilbab Kewajiban atau Pilihan?

Ada Sebelum Era Agama Samawi, Jilbab Kewajiban atau Pilihan?

News | Senin, 04 November 2019 | 13:11 WIB

Kotbah di Masjid Istiqlal, Menag Fachrul Razi Singgung Surah Al Kafirun

Kotbah di Masjid Istiqlal, Menag Fachrul Razi Singgung Surah Al Kafirun

News | Jum'at, 01 November 2019 | 14:43 WIB

Beri 9 Nasi Tumpeng ke Gereja Katolik, Aksi Banser NU Cilacap Viral

Beri 9 Nasi Tumpeng ke Gereja Katolik, Aksi Banser NU Cilacap Viral

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 13:57 WIB

Temui Paus Fransiskus, GP Ansor Bawa Misi Perdamaian Islam ke Vatikan

Temui Paus Fransiskus, GP Ansor Bawa Misi Perdamaian Islam ke Vatikan

News | Senin, 30 September 2019 | 06:54 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×