Tito Mau Evaluasi Pemilu Langsung, Mahfud: Baru Lembar Ide

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 11 November 2019 | 12:48 WIB
Tito Mau Evaluasi Pemilu Langsung, Mahfud: Baru Lembar Ide
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan pidato saat menghadiri acara syukuran dirinya yang terpilih menjadi Menkopolhukam di Kementerian Hukum da Ham, Jakarta, Minggu (10/11). [SUara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyinggung usulan untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pemilu langsung di Indonesia jelang Pilkada Serentak 2020 saat pertemuan pimpinan KPU dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Kata Mahfud usulan tersebut belum sampai kepada pembahasan ataupun kesimpulan. Namun baru sampai kepada mengusulkan ide.

"Ada disinggung (Soal usulan evaluasi Pemilu langsung) tapi tidak dibahas, tapi pemerintah belum punya pendapat resmi. Kami baru saling lempar ide jadi belum dibahas dan belum ada kesimpulan tapi tentu akan dibahas," ujar Mahfud, Jakarta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Mahfud menuturkan dalam pertemuan tersebut Jokowi mengatakan nantinya akan dibahas semua. Sebab usulan tersebut masih ditampung terlebih dahulu.

"Nanti dibahas semuanya, artinya semua ditampung dulu semua ide ditampung posisi tadi kan KPU yang melapor kalau secara internal nanti kita akan bicara," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai pelaksanaan pilkada secara langsung lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

Salah satu mudaratnya yakni, biaya politik yang tinggi hingga membuka potensi adanya korupsi terhadap pemimpin terpilih hasil Pilkada.

“Tapi kalau dari saya sendiri justru pertanyaan saya adalah apakah sistem politik pemilu, pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun?" kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"Banyak manfaatnya partisipasi demokrasi tapi kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp 30 M mau jadi bupati mana berani dia, udah mahar politik,” katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tito Mau Evaluasi Pilkada Langsung, Puan Belum Tentu Setuju

Mendagri Tito Mau Evaluasi Pilkada Langsung, Puan Belum Tentu Setuju

News | Senin, 11 November 2019 | 11:50 WIB

Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, IKA UII Gelar Syukuran

Mahfud MD Jadi Menkopolhukam, IKA UII Gelar Syukuran

Foto | Minggu, 10 November 2019 | 14:51 WIB

PDIP Dukung Mendagri Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

PDIP Dukung Mendagri Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

News | Jum'at, 08 November 2019 | 09:38 WIB

Penulis Pidato Anies Dibayar Rp 97,5 juta dan 4 Berita Lainnya

Penulis Pidato Anies Dibayar Rp 97,5 juta dan 4 Berita Lainnya

News | Kamis, 07 November 2019 | 12:53 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×