Sukmawati Soekarnoputri: Saya Saksi Hidup Munculnya Terorisme

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 11 November 2019 | 18:51 WIB
Sukmawati Soekarnoputri: Saya Saksi Hidup Munculnya Terorisme
Sukmawati Soekarnoputri dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Paham radikalisme masih menjadi sebuah ancaman negara yang terus diperangi. Makin maraknya tindakan radikalisme membuat sejumlah pihak buka suara.

Salah satunya datang dar Sukmawati Soekarnoputri. Anak dari Presiden pertama Indonesia Soekarno tersebut meminta agar pemerintah untuk militan menghalau kelompok-kelompok berpaham radikal.

"Pemerintah harus militan juga menghadapi kelompok seperti mereka," kata Sukmawati dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' di The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, pemerintah sudah cukup tegas dalam menindak paham serta gerakan radikal di Indonesia. Meski demikian, Sukmawati tetap meminta agar pemerintah menindak merujuk pada pedoman Hak Asasi Manusia (HAM).

"Pemerintah sudah cukup tegas, tapi kita berpedoman dengan HAM, kalau terlalu menekan juga tidak baik. Inilah suasana demokrasi. Kita juga harus memberikan kesempatan kepada mereka selama mereka tidak mengacau," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sukmawati sempat berseloroh ihwal sosok yang berjasa terkait kemerdekaan Indonesia. Kepada para peserta diskusi, Sukmawati bertanya, siapa yang berjasa merebut kemerdekaan: Nabi Muhammad SAW.

Mulanya, Sukmawati bercerita tentang teagedi Perguruan Cikini (Percik) pada 30 November 1957 lalu. Peristiwa tersebut, kata Sukmawati, menjadi awal mula terjadinya terorisme di Indonesia.

"Di dalam perjuangan membangun bangsa dan negara bangsa Indonesia ini. Saya dari kecil umur 6 tahun, saya menjadi saksi hidup mulai adanya terorisme," papar Sukmawati.

Sukmawati bercerita, awalnya Bung Karno diserang oleh kelompok terorisme menggunakan granat. Saat itu, Bung Karno diminta membuka acara bazar di Perguruan Cikini.

baca juga

"Bung Karno diundang untuk membuka bazar. Bazar sudah siap sedia untuk menyambut presiden datang. Presiden itu turun dari mobil anak-anak sekolah guru dan lain sebagainya begitu turun (ledakan)," jelasnya.

"Mereka itu atau orang yang Islam sempit pikiran yang hanya melihat paling mulia adalah yang mulia nabi Muhammad dan hanya boleh Alquran dan hadis. Lain pengetahuan, Lain ilmu atau apa itu kafir, toghut," sambung Sukmawati.

Sukmawati mengatakan, hingga kekinian kelompok radikal masih tetap eksis. Sebab, kelompok semacam itu kerap memberi cap kafir kepada orang-orang.

"Oh ini loh yang dimaksud pemimpin saya atau bapak saya ya bung Karno, kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata-kata kafar kafir kafar kafir. Jadi zaman Bung Karno kelompok sempit pikiran itu sudah ada sampai saya nenek-nenek masih ada," kata dia.

"Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia?," tutup Sukmawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Wapres Maruf, Dubes Selandia Baru Bahas Pendidikan Hingga Teroris

Temui Wapres Maruf, Dubes Selandia Baru Bahas Pendidikan Hingga Teroris

News | Senin, 11 November 2019 | 16:32 WIB

Sebut Timteng Bangsa Rapuh, Kemenag: Radikalisme Tak Mudah Masuk Indonesia

Sebut Timteng Bangsa Rapuh, Kemenag: Radikalisme Tak Mudah Masuk Indonesia

News | Senin, 11 November 2019 | 15:57 WIB

JK Pastikan 99,9 Persen Masjid di Indonesia Bebas dari Radikalisme

JK Pastikan 99,9 Persen Masjid di Indonesia Bebas dari Radikalisme

News | Minggu, 10 November 2019 | 01:05 WIB

Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju

Maruf Amin Sebut Radikalisme Harus Dihilangkan Agar Indonesia Maju

News | Kamis, 07 November 2019 | 20:27 WIB

Cegah Radikalisme Masuk Desa, Kapolri Idham Harus Kuatkan Bhabinkamtibmas

Cegah Radikalisme Masuk Desa, Kapolri Idham Harus Kuatkan Bhabinkamtibmas

News | Kamis, 07 November 2019 | 18:26 WIB

Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental

Haris Azhar: Radikal Jadi Masalah, Sementara Lo Pakai Kata Revolusi Mental

News | Kamis, 07 November 2019 | 17:25 WIB

Ini 4 Catatan Setara Institute untuk Kapolri Idham Azis Terkait Radikalisme

Ini 4 Catatan Setara Institute untuk Kapolri Idham Azis Terkait Radikalisme

News | Kamis, 07 November 2019 | 16:38 WIB

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

Minta Menag Fachrul Perbaiki Cara Komunikasi, DPR: Jangan Bikin Kegaduhan

News | Kamis, 07 November 2019 | 13:31 WIB

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

Guntur Romli Sebut KIM Formasi Tepat untuk Perangi Radikalisme Agama

News | Senin, 04 November 2019 | 17:14 WIB

Prabowo Ditantang Ajak UAS hingga Ustaz Hanan Attaki Ikrar Setia NKRI

Prabowo Ditantang Ajak UAS hingga Ustaz Hanan Attaki Ikrar Setia NKRI

News | Senin, 04 November 2019 | 15:56 WIB

Terkini

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Bitget Diretas US$351,6 Juta, Pengamat Kripto Sebut Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:04 WIB

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

Kasus Suap HGB ATR/BPN: KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari Kanwil BPN Jatim

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:03 WIB

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:02 WIB

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 14:01 WIB

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

15 Pelaku Bom Paskah Divonis Penjara 220 Tahun di Sri Lanka

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:00 WIB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging yang Membekas di Freezer, Ini Tips dari Pakar IPB

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:58 WIB

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Gemilang di Usia Muda, Etenia Croft Borong Dua Nominasi AMI Awards 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 13:56 WIB

×