Usai Bom Medan, Polisi Tangkap 46 Terduga Teroris di Berbagai Daerah

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Usai Bom Medan, Polisi Tangkap 46 Terduga Teroris di Berbagai Daerah
Sebagai ilustrasi: Penangkapan tiga dari empat terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror. (Suara.com/Arga).

Dari jumlah itu 23 di antaranya dipastikan adalah satu jaringan dengan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan yakni jaringan JAD

Suara.com - Polisi dilaporkan telah menangkap total 46 orang terduga teroris di berbagai daerah usai aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019).

Dari jumlah itu, 23 orang di antaranya merupakan satu jaringan dengan pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN) dari kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Sumut-Aceh pimpinan Y alias Yasir alias Anto.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dari 23 orang tersebut, 4 di antaranya menyerahkan diri, 2 orang meninggal dunia ditembak Densus 88 karena melakukan perlawanan. Sementara sisanya ditangkap tanpa perlawanan.

"Dua orang terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak) oleh aparat Densus 88 dikarenakan pada saat dilakukan upaya penangkapan melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam dan menggunakan air softgun," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Dedi memastikan bahwa ke-23 terduga teroris ini merupakan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) untuk wilayah Sumatra Utara dan Aceh pimpinan Y alias Yasir alias Anto.

Selain 23 orang kelompok JAD pimpinan Y, polisi juga menangkap 23 terduga teroris lainnya di Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.

"Wilayah Banten seperti yang disampaikan bom bunuh diri di Mapolresta Medan ada 4 orang ditetapkan sebagai tersangka. Wilayah Jakarta terdapat 3 orang, wilayah Jawa Tengah terdapat 9 orang, wilayah Jawa Barat ada 6 orang, wilayah Kalimantan Timur 1 orang," sebut Dedi.

Namun demikian, Dedi belum memastikan ke-23 orang lainnya ini memiliki jaringan yang sama dengan JAD pimpinan Y atau tidak, sebab masih dalam proses pemeriksaan.

"Belum ada keterkaitan ke sana. Namun kelompok ini memiliki potensi untuk melalukan aksi teroris di beberapa wilayah," imbuh Dedi.

Diketahui, teroris Rabbial Muslim Nasution (24) melakukan aksi bom bunuh diri di kompleks Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil.

Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS