Kompolnas Sebut Wajar Polisi jadi Target Ancaman Teror

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Sabtu, 23 November 2019 | 12:36 WIB
Kompolnas Sebut Wajar Polisi jadi Target Ancaman Teror
Gerak-gerik pelaku teror bom Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) terekam CCTV (Facebook Tony Pratondoadi)

Suara.com - Komisioner Kompolnas, Adrian Pulungan menyebut fenomena aksi terorisme yang belakangan menyasar kepada aparat kepolisian bukan merupakan hal yang baru.

Menurut Adrian, ancaman aksi bom bunuh diri merupakan risiko yang harus dihadapi aparat kepolisian karena kerap bersinggungan langsung dengan penindakan terhadap kelompok teroris.

"Kalau kami lihat kenapa polisi jadi sasaran, saya pikir itu konsekuensi logis karena polisi berhadapan langsung dengan masyarakat dalam bidang penindakan hukum," kata Adrian, dalam diskusi Menguji, Efektifitas, Program, deradikalisasi, di Jalan Kebin Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Adrian menyebut, tindakan aparat yang kerap mempersempit ruang gerak para terduga teroris justru mendapatkan balasan dengan pelaku teror untuk menjadikan polisi sebagai target. Maka, dia pun menilai, antisipasi terhadap aksi teror ini juga harus melibatkan semua pihak termasuk peran masyarakat untuk bisa melaporkan jika di lingkungannya mencurigai kegiatan dari warga pendatang.

"Kalau penanganan polisi enggak bisa sendiri," ujar Adrian.

Menurut Adrian, polisi masih tampaknya masih kesulitan untuk menelisik aksi teroris yang tidak dilakukan secara berkelompok. Sebab, kata dia, terduga teroris lone wolf kerap tak terdeteksi oleh aparat kepolisian.

"Itu mereka (polisi) ada Bhabinkamtibmas, tapi Bhabinkamtibmas tidak bisa mendeteksi indikasi lone wolf yang hanya terinsipirasi," kata Adrian.

Diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, beberapa pekan lalu. Aksi teror itu dilakukan seorang pemuda bernama Rabbial Muslim Nasution (24). Dari aksi peledakan itu, ada sebanyak enam orang mengalami luka-luka. Aksi bom diri yang dilakukan Rabbial ini termasuk dalam kategori lone wolf.

Terkait hal itu, Adrian pun menyebutkan teroris lone wolf ini kerap beraksi melakukan teror untuk merepresentasikan rasa kebenciannya kepada aparat hukum. Adrian pun meminta kepada lembaga pemerintah yang membidangi terorisme, turut membantu dalam menangkal aksi terorisme di Indonesia.

baca juga

"Tapi (teroris lone wolf) ini tujuannya mengungkapkan kebenciannya kepada Polri dalam penegakan hukum," ucap Adrian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Sumut: Kelompok Teror Bom Berusia Muda dan Aktif Komunikasi di Medsos

Polda Sumut: Kelompok Teror Bom Berusia Muda dan Aktif Komunikasi di Medsos

News | Rabu, 20 November 2019 | 09:28 WIB

Setelah Polrestabes Medan, Rumah Ibadah Diduga Ikut jadi Target Aksi Teror

Setelah Polrestabes Medan, Rumah Ibadah Diduga Ikut jadi Target Aksi Teror

News | Senin, 18 November 2019 | 14:05 WIB

Haris Azhar Ungkap Alasan Polisi Kerap Alami Serangan Aksi Teror

Haris Azhar Ungkap Alasan Polisi Kerap Alami Serangan Aksi Teror

News | Sabtu, 16 November 2019 | 21:46 WIB

Sejak 2010, Doktrin Kelompok Radikalis Kanan Pelaku Teror adalah Polisi

Sejak 2010, Doktrin Kelompok Radikalis Kanan Pelaku Teror adalah Polisi

News | Sabtu, 16 November 2019 | 13:51 WIB

Soal Kasus Teror Bom di Medan, Maruf Minta RT/RW Ikut Tangkal Radikalisme

Soal Kasus Teror Bom di Medan, Maruf Minta RT/RW Ikut Tangkal Radikalisme

Video | Jum'at, 15 November 2019 | 19:36 WIB

Kasus Teror Bom di Medan, Maruf Minta RT/RW Dilibatkan Tangkal Radikalisme

Kasus Teror Bom di Medan, Maruf Minta RT/RW Dilibatkan Tangkal Radikalisme

News | Jum'at, 15 November 2019 | 15:27 WIB

Fahri Hamzah ke Mahfud MD: Pelaku Teror Jangan Disembunyikan atau Dibunuh

Fahri Hamzah ke Mahfud MD: Pelaku Teror Jangan Disembunyikan atau Dibunuh

News | Sabtu, 16 November 2019 | 13:17 WIB

Teror Bom Polrestabes Medan, Mahfud: 8 Orang Sudah Ditangkap Polisi

Teror Bom Polrestabes Medan, Mahfud: 8 Orang Sudah Ditangkap Polisi

News | Kamis, 14 November 2019 | 14:29 WIB

Rabbial Ledakan Polrestabes Medan, Istri Rancang Teror Bom di Bali

Rabbial Ledakan Polrestabes Medan, Istri Rancang Teror Bom di Bali

News | Kamis, 14 November 2019 | 13:01 WIB

Ada Teror Bom usai Penusukan Wiranto, Zulhas Sebut Polisi Kecolongan Lagi

Ada Teror Bom usai Penusukan Wiranto, Zulhas Sebut Polisi Kecolongan Lagi

News | Kamis, 14 November 2019 | 11:54 WIB

Terkini

Buntut Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kalapas Wisnu Hani Putranto Dipecat

Buntut Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kalapas Wisnu Hani Putranto Dipecat

Bogor | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dikebut, Listrik dan 11.143 BTS Pulih 100 Persen

Pemulihan Pascabencana di Sumatera Terus Dikebut, Listrik dan 11.143 BTS Pulih 100 Persen

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Adu Argumen dengan Pakar Soal Aset Koruptor di Tangan Pihak Ketiga, Sahroni: Saya Tidak Setuju!

Adu Argumen dengan Pakar Soal Aset Koruptor di Tangan Pihak Ketiga, Sahroni: Saya Tidak Setuju!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Perhitungan Tarif Kapal Feri Bakal Seperti Pesawat, Bakal Lebih Mahal?

Perhitungan Tarif Kapal Feri Bakal Seperti Pesawat, Bakal Lebih Mahal?

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)

Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Prabowo Tendang Status PSN PIK 2 Milik Aguan, PANI Ungkap Kondisi Bisnis

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand Ludes Terjual

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Copet Lintas Daerah Diduga Buru Kerumunan Jamaah Haul Solo, Dua Pria Dibekuk Polisi

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Investasi Rp3,3 Triliun, PLTS Akan Dibangun di 10 Lokasi Sulawesi Tengah

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Gianni Infantino Temui Prabowo Subianto Bahas Masa Depan Sepak Bola ASEAN

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:40 WIB

×