Setara Institute Nilai Wajar Pimpinan KPK Tolak Tausiyah Karena Kontroversi

Minggu, 24 November 2019 | 19:07 WIB
Setara Institute Nilai Wajar Pimpinan KPK Tolak Tausiyah Karena Kontroversi
Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menilai wajar, jika pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk bertausiyah di ruang lingkup kerja. Apalagi, jika alasan penolakan tersebut lantaran UAS dinilai sebagai sosok yang kontroversial.

Bonar mengatakan lembaga antirasuah tersebut, kekinian dalam posisi yang sulit setelah diterpa beragam isu miring. Sehingga, Bonar menganggap penolakan UAS untuk bertausiyah lantaran dianggap sebagai sosok kontroversial itu merupakan hal yang wajar.

"Ya kalau itu alasannya KPK ya bisa-bisa saja. Memang KPK dalam posisi yang sulit begini ya keinginannya supaya kontroversi itu mereda," kata Bonar saat ditemui di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Kendati begitu, Bonar menilai hal itu bukan berarti UAS ke depannya tidak boleh mengisi tausiyah di lingkungan KPK. Melainkan, penolakan yang dilakukan semata-mata hanya untuk meredam situasi yang ada kekinian.

"Jadi ya bukan berarti dikemudian hari UAS tidak boleh ceramah di KPK kan gitu. Tapi untuk meredakan situasi ya nggak apa-apa juga gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan, Ustaz Abdul Somad yang berkhotbah di hadapan pegawai KPK pada Selasa (19/11/2019), bukan atas undangan resmi lembaga antirasuah tersebut. Agus mengatakan UAS diundang beberapa staf KPK.

"Kalau Ustaz Somad sama sekali bukan lembaga. Jadi ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Zuhur mengundang Ustaz Somad," kata Agus seusai mendaftarkan uji materi UU KPK ke Mahkamah Agung, Rabu (20/11/2019) lalu.

Agus pun menegaskan, jika pimpinan KPK telah mencegah kehadiran UAS ke KPK. Bukan karena ceramah, tapi karena Somad adalah sosok kontroversial.

"Sebetulnya pimpinan sudah mencegah. Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai dia. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kami semuanya begitu," ujarnya.

Baca Juga: Klarifikasi UAS soal Catur Haram: La Ilaha Illallah, Itu Kan Ceritanya 2017

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI