Jafar Shodiq Hina Ma'ruf Amin, Gun Romli: Pemerintah Harus Bubarkan FPI

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 06 Desember 2019 | 13:06 WIB
Jafar Shodiq Hina Ma'ruf Amin, Gun Romli: Pemerintah Harus Bubarkan FPI
Jafar Sodhiq, pengkhotbah yang menjadi tersangka penghinaan terhadap Wakil Presiden Ma'ruf Amin, sesudah ditangkap polisi. [dokumentasi]

Suara.com - Penceramah Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas ditangkap polisi karena menghina Wakil Presiden Maruf Amin, karena memicu sebutan ‘babi’ saat berceramah.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli alias Gus Romli menilai, kasus Jafar tersebut justru memperkuat argumentasi untuk membubarkan FPI. Sebab, Jafar adalah tokoh FPI.

Gus Romli mengatakan, kasus Jafar tersebut menambah catatan kasus yang dilakukan oleh tokoh dan pengikut FPI saat terlibat kasus kekerasan, penganiayaan dan penyebaran ujaran kebencian.

"Sebut saja imam besarnya, Rizieq Shihab, yang pernah masuk penjara 2 kali, juga Munarman, Novel Bamukmin, Bahar Smith dan lain-lain," kata Gus Romli kepada Suara.com, Jumat (6/12/2019).

Dengan begitu, Gus Romli menilai pemerintah tidak perlu repot-repot mengeluarkan surat keterangan terdaftar (SKT) untuk FPI.

"Maka sudah seharusnya pemerintah tidak boleh memperpanjang izin FPI, harusnya pemerintah membubarkan FPI, karena organisasi ini berisi tokoh dan pengikut yang identik dengan kekerasan dan pelanggaran hukum," ujarnya.

Khusus untuk kasus Jafar, Gus Romli memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang gesit menangkap pria berusia 26 tahun tersebut untuk mengantisipasi amuk massa.

Pasalnya, Gus Romli mengetahui Jafar telah menghina Maruf sebagai wakil kepala negara dan juga ulama sepuh yang sangat dihormati oleh banyak orang.

Belajar dari kasus Jafar, Gus Romli berharap pemerintah bisa lebih tegas memberikan pelajaran bagi penceramah-penceramah yang menyebarkan ujaran-ujaran kebencian.

"Pemerintah lebih tegas lagi menindak ceramah-ceramah keagamaan yang disalahgunakan untuk penyebaran kebencian, adu domba isu SARA dan fitnah," kata dia.

Untuk diketahui, ceramah Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang di dalam interaksi dengan jemaah mengandung ejekan Wakil Presiden Maruf Amin sebagai babi, viral di media soaial. Warganet di lini masa Twitter dibuat murka.

Tak sedikit dari mereka yang membagikan ulang video viral ceramah Habib Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas yang semula diunggah lewat YouTube. Mereka tidak terima Maruf Amin diejek, sehingga memberikan kecaman lewat komentar.

Sejumlah orang juga menilai, isi ceramah tersebut tidak sopan dan melanggar Pasal 238 ayat 1 RKUHP tentang penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jafar Shodiq Hina Ma'ruf Amin, Rabithah Alawiyah: Dia Tidak Bergelar Habib

Jafar Shodiq Hina Ma'ruf Amin, Rabithah Alawiyah: Dia Tidak Bergelar Habib

News | Kamis, 05 Desember 2019 | 22:09 WIB

Penghina Ma'ruf Amin Ditangkap dan 4 Berita Populer Lainnya

Penghina Ma'ruf Amin Ditangkap dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 07:10 WIB

Hina Wapres Ma'ruf Amin, Habib Jafar Sodhiq Resmi Jadi Tersangka

Hina Wapres Ma'ruf Amin, Habib Jafar Sodhiq Resmi Jadi Tersangka

News | Kamis, 05 Desember 2019 | 19:02 WIB

Wapres Maruf Disebut Babi, Polisi Ringkus Habib Jafar Pakai Laporan Model A

Wapres Maruf Disebut Babi, Polisi Ringkus Habib Jafar Pakai Laporan Model A

News | Kamis, 05 Desember 2019 | 17:58 WIB

Perihal Ma'ruf Amin Diejek dan UAS yang Diam-diam Ceraikan Istri

Perihal Ma'ruf Amin Diejek dan UAS yang Diam-diam Ceraikan Istri

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 07:10 WIB

Mar'uf Amin Maafkan Penghinanya, Sudjiwo: Contoh Buat Pemimpin Nusantara

Mar'uf Amin Maafkan Penghinanya, Sudjiwo: Contoh Buat Pemimpin Nusantara

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 07:25 WIB

Terkini

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB